Home » Perikanan » UKM Pengolah Ikan Dimotivasi Gunakan Teknologi
PENGOLAHAN. Hary Martono saat memaparkan cara pengolahan ikan lele paska panen dengan menggunakan teknologi.

UKM Pengolah Ikan Dimotivasi Gunakan Teknologi

Mejobo,- Perhatian Pemerintah Kabupaten Kudus yang dipimpin Dr H Musthofa SE MM dalam dunia perikanan dilakukan secara berkesinambungan. Yakni mulai dari pembenihan, pembesaran hingga pengolahan paska panen. Program ini dilaksanakan melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertanpangan) yang dikomandani oleh Catur Sulistiyanto S.Sos MM.

Sejak Senin (02/04) lalu, melalui Bidang Perikanan pada Dinas Pertanian dan Pangan  menggelar pelatihan budidaya ikan lele teknologi bioflok, kemudian selasa pelatihan pakan ikan mandiri memanfaatkan potensi lokal dan dilanjutkan hari Rabu (04/04) pelatihan pengolahan ikan paska panen. Acara dilaksanakan di ruang serbaguna Bidang perikanan dan dibuka langsung oleh Kadispertanpangan, Catur Sulistiyanto.

Fajar Nugroho SP, Kepala Bidang Perikanan pada Dispertanpangan Kudus, mengatakan bahwa pihaknya mengundang Hary Martono sebagai narasumber untuk pengolahan paska panen ini karena memiliki pengetahuan tentang perkembangan teknologi pengolahan untuk usaha kecil sampai usaha menengah.

“ Beliau punya pengalaman pernah sebagai kepala produksi mesin agro dari sebuah perusahaan besar. Jadi ini nanti ilmunya bisa ditularkan untuk pengembangan produksi UKM dari pengolahan ikan di Kabupaten Kudus ,” kata Fajar Nugroho, Rabu (04/04).

Dengan menggunakan teknologi, sambungnya, maka produk yang dihasilkan oleh para UKM kualitas bisa sama. Sehingga para pembeli mendapatkan pelayanan yang baik. Hal ini tentu bisa berbeda apabila dikerjakan secara manual atau tenaga manusia penuh.

“ Saat mendapatkan pesanan banyak misalnya, hasilnya akan berbeda rasa karena terburu-terburu mengajar produk banyak. Atau bisa juga adonan bumbu berbeda antara adonan pertama dengan diatas lima kali. Semoga ini bisa meningkatkan pengetahuan dan produk dari para pengolah ikan ,” tuturnya.

NILAI JUAL. Banyak UKM pandai mengolah tetapi tidak memberikan kemasan yang menarik sehingga sulit menjual produk.

Hary Martono, menjelaskan penggunaan teknologi pada pengolahan produk olahan ikan saat ini sudah waktunya menyesuaikan perkembangan zaman. Produk yang baik adalah produk yang laris di pasaran. Penyebabnya bisa pengolahan yang baik, kemasan yang baik dan promosi yang baik.

“Pengolahan yang baik itu karena kualitasnya, enak lalu bikin pelanggan ketagihan dan membeli lagi. Biaya produksi banyak, efisien sehingga harganya murah, lalu membuat konsumen tertarik. Lebih penting pagi adalah higienisnya produk, hingga membuat terpercaya, lalu konsumen beli lagi. Kemasan yang baik juga menjadikan produk jadi laris. Manfaat kemasan membuat produk layak dipajang dan unik lalu konsumen jadi tertarik. Pantan dijadikan oleh-oleh dan layak dijual lebih mahal karena elegan serta berkelas. Ini konsumen juga pasti ingin membeli kembali. Penyebab produk laris berikutnya adalah promosi. Bagaimana kita berpromosi supaya gampang diingat orang, ingat produknya, maka beli berkelanjutan. Pelayanan juga harus cepat karena untuk kepuasan pelanggan ,” papar Hari Martono.

Terkait penggunaan teknologi, dicontohkan misalnya penggunaan alat ukur suhu yang dihubungkan dengan mesin produksi. Baik berupa penggorengan ataupun memasak lainnya. Hal ini banyak tidak diperhatikan oleh para pengolah ikan skala UKM. Padahal dengan adanya pemasangan ukur suhu panas bisa membuat produk bisa menjadi sama hasilnya.

“ Berapapun jumlah produk ikan yang digoreng atau digodok, maka hasil rasanya akan tetap sama karena alat sudah disetel ,” tukasnya.

Selain itu, untuk penyimpanan kemasan agar bisa tahan lama bisa menggunakan mesin vacuum sealar. Kondisi hampa udara membuat produk menjadi lebih awet. Kemudian dibagian luar diberikan kemasan dan stiker label yang baik.

“ Seperti yang kami sampaikan. Produk yang baik adalah yang laris. Buat apa bikin produk tetapi sulit dijual. Malah merugikan. Nah, dengan penggunaan teknologi meski dalam kategori sederhana tetapi sudah jadi lebih baik dibandingkan dengan cara produksi tradisional ,” jelasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Warga Terangmas Dilatih Membuat Pakan Ikan Mandiri

Undaan,- Guna mendukung pendirian BUMDes Perikanan di Desa Terangmas Kecamatan Undaan, puluhan warga dilatih untuk ...