Home » UPT Penyuluhan » Semangat Baru Dunia Pertanian Kudus
SEMANGAT. Catur Sulistiyanto, Kadispertanpangan Kudus, didampingi Budiyono dan Moch Ronzi (KJF) dan Hasan Abdillah ( Koordinator BPP Undaan) saat menyampaikan sambutan membuka pelatihan urban farming di gedung Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Kecamatan Undaan.

Semangat Baru Dunia Pertanian Kudus

Undaan,- Prihatin dengan semakin menurunnya semangat para pemuda menggeluti dunia, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus yang dipimpin Catur Sulistiyanto S.Sos MM menggelar pelatihan urban farming untuk para pemuda di wilayah kecamatan Undaan, Selasa (03/07). Hal ini sebagai upaya untuk menumbuhkan semangat baru agar mereka mencintai dunia pertanian.

“ Sekarang kita semangat baru dengan adanya pemimpin baru. Kami mengajak semua ibu-ibu untuk memanfaatkan lahan pekarangan guna ditanami aneka tanaman. Jadi mari kita manfaatkan pelatihan ini untuk nantikan dipraktikkan di rumah masing-masing ,” kata Catur Sulistiyanto.

Program pelatihan urban farming ini merupakan terobosan untuk mengajak pemuda dan ibu PKK terjun ke dunia pertanian. Sebab, kondisi sekarang jumlah petani makin langka karena tidak adanya regenerasi.

“ Njenengan semua yang masih muda, apabila orangtuanya punya sawah berhektar-hektar, siapkah meneruskan menjadi petani ? ,” tanyanya pada peserta pelatihan. “ Tidaak ,” sahut peserta.

PETANI MUDA. Peserta urban farming mayoritas kaum muda dan ibu-ibu PKK serta karangtaruna sedang mengisi absensi.

Mayoritas peserta yang hadir menyatakan tidak ingin menjadi petani. Melihat hal inilah Dinas Pertanian dan Pangan mengenalkan dunia pertanian sistem hidroponik. Sebab bisa merubah cara pandang pemuda bahwa dunia pertanian identik dengan lumpur dan kotor. Padahal pertanian sekarang menanamnya menggunakan rice transplanter dan panen menggunakan combine harvester.

Urban farming dengan Hidroponik ini lebih resik-resik. Kita yakin, setelah mengetahui dan merasakan bahwa dunia pertanian itu menyenangkan dan bisa menghasilkan , maka akan memperluas lahan tidak hanya hidroponik, tetapi turun ke sawah. Sebab akan menghasilkan jumlah banyak ,” terangnya.

Urban farming juga sebagai upaya untuk mempertahankan dunia pertanian dengan memanfaatkan lahan sekitar rumah. Berdasarkan pantauan di kawasan Undaan, lahan di depan, belakang maupun samping cukup luas namun belum dimanfaatkan secara maksimal.

SERIUS. Para peserta pelatihan Urban Farming saat mendengarkan sambutan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus.

Secara teknis, peserta diberikan pelatihan di dalam ruangan selama dua hari kemudian satu hari praktik. Mulai dari pembuatan instalasi vertikultur dilanjutkan dengan praktik menanam sayur hidroponik.

Hasan Abdillah, koordinator BPP Undaan, menambahkan bahwa selama ini warga dalam menanam baik sayuran maupun tanaman buah hanya diletakkan di halaman tanpa perawatan. Sehingga hasil yang didapatkan kurang maksimal.

“ Nah, dengan pelatihan ini kita sampaikan bagaimana memperlakukan tanaman di pekarangan maupun yang ditanam secara hidroponik. Kaum muda yang malu turun ke sawah sekarang ini bisa pakai hidroponik. Sebab sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Jadi kalau mau memasak, sayurnya benar-benar masih segar karena memetik di lingkungan pekarangan sendiri ,” kata Hasan.

Dijelaskan, bahwa menanam sayuran sendiri di halaman rumah banyak menguntungkan masyarakat. Sebab, ketika membutuhkan cabai memetik, sedang membutuhkan sayur untuk masak juga langsung didapatkan bahkan dalam kondisi segar. Hal ini tentu berbeda ketika tidak memiliki tanaman sendiri atau membeli ke pasar.

“ Bahkan mungkin ibu-ibu sayang ya kalau mau memetik tanaman sendiri. Karena merasa saking sayangnya sudah menyirami dan merawat setiap hari. Tetapi ketika kita panen, ada rasa bangga karena manen hasil tanam sendiri. Dan yang pasti, saat harga cabai mahal tidak akan terpengaruh sama sekali ,” tandasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Gerak Cepat Dispertanpangan Atasi Serangan Ulat Bulu

Kota,- Pelayanan cepat mengatasi masalah ditengah masyarakat terus dilakukan jajaran Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertanpangan) ...