Home » UPT Penyuluhan » PPL Kudus Mengajak Petani Tanam Bawang Merah
DUDUK BERSAMA. Sadiyoningsih (baju coklat) duduk bersama dengan para petani di jalan usaha tani desa Mlatinorowito Kecamatan Kota Kabupaten Kudus.

PPL Kudus Mengajak Petani Tanam Bawang Merah

Kota,- Merubah cara berpikir petani harus dilakukan dengan pendekatan personal dan budaya serta duduk bersama. Hal inilah yang dilakukan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kota Kabupaten Kudus pada petani yang tergabung dalam poktan “Benih Widodo” di desa Mlatinorowito.

Sadiyoningsih, salahsatu PPL pada selasa (15/05) mendatangi para petani yang sedang menggarap sawahnya di Desa Mlatinorowito menjelang siang. Suasana teduh di pinggir jalan di bawah pohon duduk bersama untuk rembug tani.

“ Selama ini, petani ini kan tanamnya padi, padi, pantun. Nah, tahun ini kami tawarkan untuk melakukan tanam bawang merah sebagai pengalaman pertama kalinya. Alhamdulilah mereka bersedia. Mulanya sedikit, sekarang sudah ada 16 petani dengan luas lahan total 2 hektar. Akhir mei besok bibit datang dan petani sudah siap tanam. Sebab, sekarang kami sudah melakukan pendampingan pembuatan bedeng untuk tanam pada petani yang bersedia pada awal penawaran ,” kata Sadiyoningsih.

PERSIAPAN. Lahan petani desa Mlatinorowito yang sudah melakukan persiapan untuk ditanami bawang merah program APBN. Foto ini diambil hari Rabu (16/05).

Dijelaskan, materi penyuluhan yaitu pembuatan bedeng dengan ukuran 100 cm. Kedalaman parit 30-40 cm dan jarak tanam 15 x 15/20 cm. Untuk memperlancar pengolahan lahan, penyuluh juga memfasilitasi pinjam cultivator ke brigade alsintan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus.

“ Ini untuk menunjang pengolahan lahan yang lebih baik. Selain itu juga sekarang kan memang agak sulit mencari tenaga orang mencangkul. Jadi dari pra tanam sampai nanti panen kita dampingi terus. Ini sesuai arahan dari pak Kadin, Bapak Catur Sulistiyanto ,” tukasnya.

Sayangnya, lanjut Asih –sapaan akrabnya- , lokasi penanaman petani yang bersedia tanam bawang bewah tidak berkumpul dalam satu lokasi. Sehingga ketika dilihat maka seperti belang-belang karena ada selingan tanaman padi. Namun segi postifnya, ketika ada hama maka tidak langsung menyebar ke semua tanaman.

Masa panen tanaman bawang merah ini 50 sampai 60 hari setelah tanam. Oleh karena itu, apabila penanaman dilakukan akhir bulan Mei atau awal Juni maka diperkirakan saat panen akan mendapatkan hasil panen dan harganya juga baik.

“ Pas panen kan bodho qurban (Idul Adha) , banyak orang butuh bawang merah buat bumbu sate ,” selorohnya yang diikuti tertawa para petani.

Berdasarkan informasinya, harga tertinggi bawang merah tahun sebelumnya Rp 30-40 ribu perkilogram di tingkat petani, sedangkan di pasar Rp 50-60 ribu. Sementara harga terendah Rp 7 ribu sampai 10 ribu di tingkat petani, sedangkan di pasar Rp 15-20 ribu.

“ Semoga nanti pas panen harganya tinggi, sehingga mereka selanjutnya akan senang tanam bawah pada MT III. Sebab tahun ini memang tanam bawang merah merupakan pengalaman pertama kali untuk mereka ,” tandasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Gerak Cepat Dispertanpangan Atasi Serangan Ulat Bulu

Kota,- Pelayanan cepat mengatasi masalah ditengah masyarakat terus dilakukan jajaran Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertanpangan) ...