Home » Tanaman Pangan dan Perkebunan » Perkenalkan Dunia Pertanian pada Anak Kota Sejak Dini
SEJAK DINI. Ratusan peserta didik dari TK dan KB Masjid Agung dipandu PPL kecamatan Kota melihat tanaman buah dan sayuran di belakang kantor BPP Kecamatan Kota.

Perkenalkan Dunia Pertanian pada Anak Kota Sejak Dini

Kota,- Keberadaan Dinas Pertanian dan Pangan yang dipimpin Catur Sulistiyanto S.Sos MM tidak hanya dikenal oleh masyarakat petani, namun juga mulai dikenal dunia pendidikan. Hal ini terlihat saat kedatangan ratusan siswa TK dan Kelompok Bermain ( KB) masjid Agung Kudus ke BPP Kecamatan Kota, Kamis (16/11) siang.

Rombongan dipimpin Lasemi Spd Aud selaku Kepala Sekolah didampingi 9 guru dan 3 staff yang mengawal 170 siswa siswi TK dan KB datang sekira pukul 09.15 wib. Rombongan diterima Eko Mimin Rusdiatin, koordinator BPP kecamatan kota beserta anggotanya dan Arin Nikmah STP, Plt Kabid Tanaman Pangan dan Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Pangan ( Dispertanpangan) Kudus.

Paham yang dihadapi adalah anak-anak, Arin Nikmah mengajak untuk bermain tebak-tebakan nama buah.

“ Ini namanya buah apa, siapa yang tahu? ,” cetus Arin Nikmah dihadapan ratusan siswa itu.

Namun banyak yang tidak mengetahui buah berbentuk bulat lonjong warna hijau tersebut. Beberapa diantaranya malah menebak sebagai buah jeruk, jambu dan lainnya. Tapi sesaat kemudian seorang siswa berhasil menjawab.

“ Itu buah alpukat ,” teriak siswa di barisan ketiga.

“ Karena berhasil menebak, buah ini sebagai hadiahnya,” tukas Arin Nikmah sambil berjalan memberikan buah Alpukat ke siswa itu.

EDUKASI. Arin Nikmah didampingi para PPL Kecamatan Kota menerima cinderamata dari para siswa TK- KB Masjid Agung didampingi Lasemi.

Alumni IPB Bogor ini melanjutkan, bahwa kedatangan anak-anak kesini untuk dikenalkan dengan tanaman-tanaman yang selama ini buahnya dimakan di rumah. Sehingga ketika besar nanti akan selalu teringat bahwa buah yang dikonsumsi merupakan hasil produksi dari petani.

“ Nanti setelah dari ruangan ini, kita akan melihat langsung tanaman buah dan sayur yang ada di depan dan belakang gedung BPP Kota. Setuju teman-teman ,” lanjutnya yang langsung disetujui para siswa siswi.

“ Ayo siapa yang biasa makan Burger?. Sayuran ini biasanya ada didalamnya ,” kata Arin sambil mengangkat sayur selada dari pipa hidroponik.

Lasemi, Kepala Sekolah TK dan KB Masjid Agung, mengungkapkan bahwa kunjungan ke luar kelas merupakan program tahunan dari sekolahnya sebagai pelaksanaan dari kurikulum 13. Namun kali ini pihaknya mengenalkan ke Dinas Pertanian dan Pangan untuk menambah pengetahuan tentang tanaman dan profesi. Para peserta didiknya merupakan anak-anak yang perkembangannya berada wilayah kota. Sehingga sangat minim pengetahuan tentang dunia pertanian.

SAYUR. Arin Nikmah ketika mengenalkan sayuran selada yang biasanya berada di burger yang dikonsumsi para siswa.

“ Ini untuk mendukung cita-cita dan profesi mereka kelak. Mereka ini produk anak kota yang sebagian besar belum tahu darimana buah berasal. Misalnya tanaman belimbing, jeruk, padi dan semangka itu tanamannya seperti apa. Selama ini mereka tahunya kan buah itu beli di toko buah atau supermarket. Jadi kita kenalkan mereka dengan dunia pertanian ,” terang Lasemi.

Ada pengakuan menarik dari Indah Aprilia Spd Aud, salahsatu guru yang mendampingi siswa berkeliling ke belakang gedung BPP kecamatan Kota. Ternyata bersama guru lainnya baru pertama kali mengetahui bila Dinas Pertanian dan Pangan di Kabupaten Kudus itu ada dan terbuka sebagai tempat edukasi para siswa.

“ Jujur. Ini baru pertama kali kita dan saya pribadi kesini. Tempatnya bagus, anak-anak juga senang dan betah. Tempatnya bagus dan nyaman.  Mungkin koleksi tanaman buahnya yang perlu ditambah ya ,” ucap Indah Aprilia.

Guru berkacamata itu menjelaskan, bila tak sengaja menemukan publikasi aktifitas Dinas Pertanian dan Pangan Kudus saat browsing untuk mencari lokasi sasaran pelaksanaan kurikulum 13 dengan tema tanaman. Nah, disitu dirinya membaca bila BPP Kecamatan Kota mendapatkan penghargaan dari Dinas Pertanian sebagai pemenang BPP sekabupaten Kudus.

Para peserta didik TK-KB Masjid Agung foto bersama para PPL kecamatan Kota sebelum pula ke sekolahnya.

“ Kebetulan lokasinya tidak terlalu jauh dari Masjid Agung. Jadi anak-anak kan tidak terlalu lama dalam angkutan menuju ke lokasi. Bahkan, waktu kita umumkan hari senin lalu bahwa kita mau ke tanaman buah, mereka langsung setuju. Ya sudah, kita akhirnya pertama kali datang ke sini ,” paparnya.

Saking senangnya melihat hijaunya tanaman sayuran selada secara hidroponik Indah Aprilia dan Aisyah (guru lainnya) meminta sebagai olah-oleh untuk dikonsumsi di rumah.

“ Hemm, sepertinya segar sekali nanti untu lalapan di rumah. Jadi ingin punya alat seperangkat hidroponik ini. Enak juga jadi petani, lalapan tidak perlu ,” tukas guru yang biasa dipanggil Bu Ais itu. (*)

One comment

  1. Sangat menarik dan saya sangat setuju, Indonesia sebagai negara agraris, memang pantas mendidik generasi muda dan mengenalkan dunia pertanian kepada mereka agar kedepannya negara ini maju khususnya di bidang pertanian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Bimtek Pengelolaan dan Kelembagaan UPJA

Kota,- Alat dan mesin pertanian (alsintan) merupakan kebutuhan penting dunia pertanian saat ini seiring makin ...