Home » Peternakan » Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Inovasi Peternakan
SINERGI. Sadiman Al Kundarto (Ketua DPP APSI), Diri Mulyanto ( Kasi Inovasi dan Infrastruktur Dinkkeswan Jateng), Dwi Listyani ( Kasie Usaha Prasarana Peternakan Dispertanpangan Kudus) dan Anton Cahyono saat mendapat pertanyaan dari warga.

Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Inovasi Peternakan

Dawe,- Sebanyak 100 Kepala keluarga kategori miskin di desa Lau kecamatan Dawe mendapatkan pengarahan tentang program penanggulangan kemiskinan berbasis usaha peternakan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kudus bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Provinsi Jateng  di balai desa Lau, Selasa (15/05).

Diri Mulyanto, Kasi Inovasi dan Infrastruktur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jateng, mengatakan bahwa wilayah Kabupaten mendapatkan alokasi program ini untuk enam desa. Yaitu Desa Jurang, Desa Lau, Desa Margorejo, Desa Sadang, Desa Jepang dan Desa Megawon.

“ Untuk lima desa kita berikan bantuan berupa ayam Kampung Unggulan Balitbang (KUB). Setiap desa 100 KK miskin, jadi total 500 KK. Sedangkan di desa Megawon 21 ekor kambing. Para penerima ini nanti akan dibina  dan pendampingan secara intensif oleh Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus. Sehingga kita prediksi akan mampu merubah desa penerima dari kategori miskin menjadi desa tidak miskin ,” kata Diri Mulyanto.

PENGARAHAN. Kartiko ( Ketua Kelompok penerima bantuan ternak desa Lau), Dian Mahfudh Kartiko (Supervisor Pekerja Sosial PKH Kudus), Dwi Listyani dan Anton Cahyono.

Warga yang datang mendapat motivasi dan pencerahan dari Sadiman Al Kundarto, Ketua DPP APSI (Asosiasi Pekerja Sosial Indonesia).

“ Bapak-bapak dan ibu-ibu, kemiskinan itu bukanlah takdir. Karena itu, maka bisa dirubah oleh njenengan semua dengan tindakan sendiri. Caranya, dengan harus mau bekerja keras dan kerja cerdas. Mau menolong orang agar dapat menolong dirinya sendiri. Sekarang njenengan semua sudah diberikan bantuan modal ayam KUB. Maka jadikanlah ini sebagai modal awan kebangkitan menjadi lebih sejahtera ,” tutur Sadiman Al Kundarto bersemangat.

Dwi Listyani SPt. Msi , Kasie Sarana Prasarana Usaha Peternakan Bidang Peternakan Dispertanpangan Kudus, menambahkan bahwa setiap Kepala keluarga miskin yang masuk program penanggulangan kemiskinan berbasis inovasi peternakan ini akan mendapatkan 5 ekor ayam KUB. Perinciannya, empat ekor betina siap bertelur dan 1 jantan.

Setelah mendapatkan  pengarahan tentang cara budidaya ayam KUB ini, mereka akan mendapatkan bantuan dibuatkan kandang di sekitar rumah masing-masing. Sedangkan ayam KUB-nya akan diserahkan setelah lebaran atau pemilihan kepala daerah.

“ Kita semua memahami bila sebentar lagi lebaran, dikhawatirkan malah akan dikonsumsi sendiri. Padahal tujuan program ini, mereka mendapatkan penghasilan dari telur-telur dan berkembangbiaknya ayam KUB. Jadi sekarang kita berikan kandang dan pakan konsentratnya ,” ujar Dwi Listyani.

Wanita berjilbab yang akrab disapa Lilis itu, berharap koordinator penerima bantuan baik di Desa Lau maupun desa lainnya intensif melakukan pemantauan perkembangan. Sehingga apabila ditemukan suatu masalah bisa secepatnya diselesaikan.

“ Dari provinsi sifatnya kan hanya monitoring, sedangkan yang pembinaan ke para penerima itu dari kita Bidang Peternakan Dispertanpangan Kudus. Nanti obat-obatan dan vaksinnya, kita yang melaksanakan ,” imbuhnya.

Sedangkan drh Anton Cahyono, veteriner Dispertanpangan Kudus, menerangkan cara beternak ayam KUB yang bisa dilaksanakan oleh para penerima bantuan. Program ini selain memberikan lima ekor ayam untuk setiap KK juga diberikan kandang dan pakan untuk konsumsi selama satu bulan.

BERTERNAK. Anton Cahyono saat menerangkan cara berternak ayam KUB yang baik adalah di kandang tidak dilepas karena rawan penyakit.

“ Satu bulan ini untuk menyesuaikan karena di lokasi asal ayamnya diberikan pakan konsentrat. Tetapi nanti kedepannya, disini akan diberikan pakan secara alami. Nah, caranya yaitu pada minggu pertama diberikan  tiga perempat konsentrat ditambahkan makanan alam seperti sayuran, bekatul ataupun tetes tebu. kalau orang sini mungkin mengenal ledok  Pada minggu kedua, konstrat dikurangi jadi setengah takaran. Lalu minggu ketiga, diberikan seperampatnya konsentrat. Nah, minggu keempat sisanya dan yg jumlah banyak dari pakan lokal. Maka ayam tidak akan stres. Sehingga akan menghasilkan telur yang banyak ,” papar Anton Cahyono.

Mengapa ayam KUB ? , sambung Anton, sebab ayam KUB lebih unggul dibandingkan ayam kampung biasa pada jumlah produksi telurnya mencapai tiga kali lipat. Berdasarkan perhitungannya, ayam KUB yang diberikan sebagai modal usaha bila dirupiahkan mencapai Rp 200 ribu perekor karena kondisi siap bertelur.

“ Sehingga bapak-bapak semua anggaplah sudah diberikan modal satu juta untuk berternak ayam KUB, ditambah dengan kandang dan pakan. Karena ayam yang bertelur banyak cenderung enggan mengerami, maka bisa dititipkan ke ayam kampung lainya atau ayam KUB yang belum bertelur. Namun bisa juga dikoordinir untuk ditetaskan bersama menggunakan mesin penetas. Diperkirakan dalam waktu setengah tahun, dari lima ayam yang dimiliki bisa menjadi 100 ekor. Nah, punya usaha beternak sebanyak itu maka para penerima program sudah tidak bisa disebut miskin lagi ,” tandasnya.

Setelah mendapatkan paparan dari Dispertanpangan Kudus dan Dinakkeswan Jateng, Dian Mahfudh Kartiko, Supervisor Pekerja Sosial PKH Kabupaten Kudus berharap bahwa bantuan ternak ini dapat membantu para penerima bantuan meningkatkan penghasilan keluarga secara mandiri. Sebab sebagian para penerima bantuan ternak di kabupaten Kudus adalah keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (PKH).

“ Tentu saya harap dengan komplementaritas bantuan yang didapat akan mempercepat KPM PKH untuk graduasi dari program PKH. Sebab mereka bisa secara mandiri dapat memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahterannya ,” kata Dian yakin. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kadinpertanpangan, Perhutani dan Peternak Lebah Mulai Hijaukan Logung

Jekulo,- Meski cuaca pagi diguyur hujan lebat, namun program penanaman penghijauan sebagai lokasi penggembalaan lebah ...