Home » Perikanan » Pembudidaya dan Pengolah Ikan Sekolah Lapang ke Sleman
BERSAMA. Rombongan para pelaku usaha perikanan dari Kudus saat di kawasan Kelompok Petani Ikan (KPI) Mino Ngremboko Dusun Bokesan Desa Sindumartani Kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman Yogyakarta.

Pembudidaya dan Pengolah Ikan Sekolah Lapang ke Sleman

Sleman,- Guna meningkatkan wawasan dan ilmu pengetahuan tentang teknik budidaya dan pengolahan ikan konsumsi serta budidaya ikan hias, Dinas Pertanian dan Pangan Kudus melalui Bidang Perikanan mengajak 80 orang anggota masing-masing komunitas untuk sekolah lapangan ke Kabupaten Sleman Provinsi Yogyakarta.

BELAJAR. Kadispertanpangan didampingi Kabid Perikanan memimpin apel para pembudidaya dan pengolah ikan serta komunitas ikan hias untuk diberangkatkan sekolah lapang ke Yogyakarta.

Program ini merupakan kelanjutan dari sebelumnya yakni pelatihan budidaya ikan, pelatihan pakan ikan mandiri dan pelatihan pengolahan ikan di ruang Bidang Perikanan pada Dispertanpangan Kudus. Rombongan diberangkatkan oleh Catur Sulistiyanto S.Sos MM, Kepala Dispertanpangan pada hari Rabu, (11/04) pagi sekira pukul 05.00 wib.

“ Bapak dan ibu, Mas dan Mbak semua.. Rombongan sekolah lapang ini membawa nama Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus. Nanti setelah sampai di lokasi, amati dan serap ilmunya untuk diimplementasi di tempat usaha njenengan semua. Sehingga usaha bisa lebih baik dan lebih maju. Pada tahun 2018 dan 2019 ini, Dinas Pertanian dan Pangan Kudus memfokuskan pembangunan bidang perikanan. Baik ikan hias maupun ikan konsumsi. Jadi pergunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Sebab masih banyak pembudidaya yang ingin ikut, tetapi terkendala kuota ruangan. Sekali lagi, mari kita bersama-sama kita wujudkan agar kedepan Kudus tidak hanya dikenal sebagai kota kretek, tetapi juga sebagai kota penghasil perikanan ,” kata Catur Sulistiyanto saat memimpin apel sebelum melepas rombongan sekolah lapang.

SILATURAHMI. Panji Samodro, Kasubag Umum dan Kepegawaian Dispertanpangan Kudus menyerahkan cinderamata ke Kabid Perikanan Dinas Pertanian, Pangan dan Kelautan Sleman.

Sekira pukul 05.30 wib, dua bus yakni bus pertama dipimpin Fajar Nugroho SP, Kabid Perikanan dan bus kedua dipimpin Pandji Samodro Kasubag Umum dan kepegawaian Dispertanpangan meninggalkan kota kretek.

Sekira pukul 10.30 wib rombongan sekolah lapang tiba di lokasi KPI Mino Ngremboko Sleman dan disambut oleh Sri Purwaningsih, Kabid Perikanan pada Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman dan Saptono (Ketua KPI Minongremboko) beserta pengurusnya. Peserta sekolah lapangan diajak berkeliling lahan pembenihan dan pendederan ikan nila dan lele seluas 5 hektar yang terkumpul di satu titik (dusun). Setelah melihat kondisi nyata proses di semua kolam, kemudian dilanjutkan dialog di gedung milik kelompok Mino Ngremboko. Sedangkan total jumlah luas lahan yang digunakan untuk budidaya ikan di Sleman

“ Terimkasih dan selamat datang rombongan sekolah lapangan Bidang Perikanan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus di Sleman. Mungkin secara geografis wilayah hampir sama dengan Kudus yakni di ketinggian. Bedanya, Desa Sindumartani ini diapit oleh dua sungai yaitu sungai Gendol dan Opak. Sehingga air melimpah dan masih jernih. Karena melimpahnya air ini, maka produksi paling banyak adalah pembenihan nila, baru kemudian lele. Namanya nilaso, pemberian dari Sultan Yogya. Kalau di Kudus mungkin bisa diperbanyak pembenihan lele karena melihat kondisi airnya ,” ucap Sri Purwaningsih saat mengawali sambutan di hadapan peserta sekolah lapang.

ILMU. Fajar Nugroho, Kabid Perikanan sedang mengajak para peserta sekolah lapang melihat proses penyediaan indukan ikan nila.

Dinas kita, sambung Sri Purwaningsih, sampai saat ini sudah melakukan pembinaan terhadap 620 kelompok pembudidaya dan pengolah ikan serta 6 P2MKP (Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan). P2MKP ini membawahi UPR (unit pembibitan rakyat), budidaya udang galah, gurami dan mengkoordinir pengadaan serta pelatihan pakan mandiri.

“ Kita memang dalam berkoordinasi langkahnya berkelanjutan. Mulai dari hulu sampai hilir. Jadi para petani kita dampingi sampai paska panen ,” tambahnya.

Saptono, Ketua KPI Mino Ngremboko, mengungkapkan bahwa untuk kelompoknya fokus pada usaha pendederan dan pembenihan. Gunanya untuk mensuplai para pelaku budidaya pembesaran.

“ Pengiriman kami sudah seluruh indonesia, sebab kita sudah bersertifikat. Mulai Sumatera sampai papua. Untuk pembudidaya Nila di kabupaten Pati yang tetangganya Kudus ngambilnya juga dari sini. Mereka puas dengan benih dari kami, jadi pembelian berkelanjutan ,” kata Saptono.

Saptono membuka semua ilmunya dalam mengelola KPI Mino Ngremboko pada peserta sekolah lapang dari Kudus.

Saptono tidak segan membagi tips agar pelaku usaha dari Kudus bisa seperti di Mino Ngremboko. Pertama, pelaku usaha dan anggota kelompok saling membantu menyelesaikan masalah yang ada di budidaya secara terbuka. Kedua, membangun sarana dan prasarana dari hulu sampai hilir. Pelaksanannya, bekerja dengan instansi terkait. Misalnya, untuk penyediaan air pengisi kolam, maka bekerja sama dengan Dinas PU Binamarga. Kemudian Dinas Pariwisata untuk mengajak para wisatawan berkunjung ke kawasan Mino Ngremboko dan Bagian Humas Pemkab Sleman untuk publikasi serta promosi.

“ Dan yang penting juga adalah merangkul semua generasi untuk menjadi pelaku usaha bidang perikanan. Bisa memilih bagian pembenihan, pembesaran maupun pengolahan paska panen. Dinas Pertanian, Pangan dan perikanan disini juga aktif ke atas ( provinsi dan Kementerian KKP) dan merangkul ke bawah ( semua pelaku dan poktan budidaya perikanan ,” paparnya.

Penyatuan keluarga besar pelaku usaha perikanan ini memang dibagi tugas berbeda-beda. Secara struktur, Mino Ngremboko merupakan holding usaha yang membawahi pembibitan berkualitas, pembuatan pakan pelet mandiri, bagian kualiti kontrol dan pemasaran.

“ Kalau ada yang sampai merusak harga dan menolak masuk jadi anggota kelompok, kita persilakan untuk pindah dari dusun. Sehingga proses penjualan untuk hasil perikanan disini diatur dalam satu pintu. Inilah rahasia kita tetap solit ,” tandasnya’ (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Warga Terangmas Dilatih Membuat Pakan Ikan Mandiri

Undaan,- Guna mendukung pendirian BUMDes Perikanan di Desa Terangmas Kecamatan Undaan, puluhan warga dilatih untuk ...