Home » BBT » Panen Bawang Lokal Bersamaan Hari Raya Idul Adha
AMATI. Sadiyoningsih mengamati dan memantau langsung tanaman bawang di lahan milik petani yang baru pertama kali menanam.

Panen Bawang Lokal Bersamaan Hari Raya Idul Adha

Kota,-  Pada tahun 2018 ini Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten menjadi salahsatu lokasi pelaksanaan program pengembangan penghasil bawang merah dari Kementerian Pertanian RI. OPD (organisasi perangkat daerah) yang dipimpin Catur Sulistiyanto S.Sos MM ini melibatkan Penyuluh Pertanian Lapangan ( PPL) guna mensukseskan program nasional tersebut. Program ini dijalankan karena pemerintah ingin mengembangkan potensi daerah lain untuk menjadi penghasil bawang merah selain Kabupaten Brebes.

DIALOG. Sadiyoningsih mengajak diskusi Mujiono, petani muda bidang hortikultura di areal tanaman bawang merah program APBN.

Penanaman di wilayah Kabupaten Kudus, terutama di wilayah Kecamatan Kota dilaksanakan setelah mendapatkan dropping bibit pada tanggal 22 Mei 2018 lalu.

“ Untuk poktan di Mlatinorowito bertepatan dengan selesainya panen padi. Jadi panennya sebelum Idul adha. Sedangkan poktan di desa Wergu waktunya agak mundur sedikit karena menunggu panen Jagung. Nah, ini malah panennya nanti jelang Idul adha atau bodho kurban ,” ungkap Sadiyoningsih, PPL desa Mlatinorowito Kecamatan Kota usai memantau kondisi tanaman bawang binaannya, Senin (09/07).

Karena tidak diberikan dolomit sebelum olah lahan, PH tanah hanya 5,5

Asih- sapaan akrabnya-, saat pemeriksaan lahan melakukan pengukuran PH tanah. Ditemukan sedikit ada penurunan kadar tanah yakni 5,5 pada beberapa bagian sawah di Mlatinorowito. Sedangkan ukuran normal adalah PH 6 untuk tanaman bawang.

“ Setelah saya tanya, dibagian-bagian itu ternyata tidak diberikan dolomit setelah panen padi. Petaninya bilang lupa meratakan. Tapi secara umum di lahan Mlatinorowito ini sudah bagus. Sekarang sudah pada mekrok umbi-umbinya. Jadi 15 harian lagi bisa panen ,” jelasnya.

Meski masih cukup lama dengan perayaan idhul adha, namun dengan penyimpanan yang baik maka bisa tahan 2- 3 minggu. Caranya digantung diatas bambu-bambu seperti dilakukan petani kabupaten Brebes. Diharapkan bisa dijual ketika masyarakat membutuhkan yaitu hari raya kurban.

Sedangkan tanaman di wilayah desa Wergu diperkirakan panen beberapa hari sebelum idhul adha. Sehingga harganya diharapkan menguntungkan petani, karena masyarakat sedang membutuhkan bawang merah untuk bumbu sate. Lahan tanam sendiri letaknya berada persis dibelakang pasar baru, sehingga panen bisa langsung dibawa ke pasar tanpa melalui tengkulak.

TUNGGU PANEN. Ketua Gapoktan Tanijaya desa Mlatinorowito, Sabar Santosa, mengamati tanaman bawangnya yang akan panen jelang idul adha mendatang.

“ Mereka ini rata-rata penanam pertama bawang merah yaitu 13 orang, hanya satu orang yang sudah menanam dua musim. Dengan mendapatkan keuntungan maka diharapkan mereka aan tertarik untuk menanam bawang merah lagi. Nah, karena baru pertama maka panen diperkirakan akan menghasilkan perhektarnya 7-8 ton. Apabila petani sudah terbiasa makan akan menghasilkan panen 8-10 ton perhektarnya ,” paparnya.

Permasalahan yang ditemukan, lanjut Asih, adalah pada internal poktan. Yakni adanya pembagian air yang kurang merata. Hal ini dikeluhkan saat berdialog dengan petani yang memilih lahan jauh dari saluran air.

“ Kemudian kita dekati petani yang dekat saluran irigasi agar berbagi dengan petani lainnya. Jangan dialirkan ke lahannya sendiri. Sehingga akan mendapatkan hasil panen yang merata ,” ucap Asih didampingi Eko Mimi Rudatin, koordinator BPP Kecamatan Kota. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Sambut MT I, Rembug Tani Hingga Larut Malam

Bae,- Guna menyambut masa tanam (MT) I , petani wilayah kecamatan Bae melakukan rembug tani ...