Home » Tanaman Pangan dan Perkebunan » Menawan Menyimpan Potensi Produksi Jambu Citra
POTENSI. Arin Nikmah, Plt Kabid Tanaman Pangan dan Perkebunan Dispertanpangan sedang memberikan jambu citra pada anak laki-laki Ira ( pemilik kebun).

Menawan Menyimpan Potensi Produksi Jambu Citra

Gebog,- Indonesia memang kaya tanaman buah. Salahsatu tanaman buah yang populer saat musim kemarau adalah jambu air citra yang memiliki rasa manis mempunya kadar air tinggi dengan buah berukuran jumbo. Jambu citra ini juga dibudidayakan di wilayah kabupaten Kudus yakni kecamatan Gebog.

Arin Nikmah, Plt Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, mengungkapkan bahwa saat ini potensi jambu citra di wilayah Kecamatan Gebog terdapat di tiga desa. Yaitu desa Menawan 6 hektar, Gribig 0,5 hektar dan Padurenan 1 hektar.

“ Di desa Menawan banyak ditanam di kebun sehingga mencapai 6 hektar. Untuk  Padurenan dan Gribig mayoritas sebagai tanaman sela kebun dan halaman rumah ,” ujar Arin Nikmah.

Pada setiap pohon, lanjutnya, potensi buah citra yang berukuran besar bisa menghasilkan 200 kilogram dan berukuran kecil 100 kg sekali musim panen. Padahal jambu citra ini bisa panen dua hingga kali dalam setahun.

“ Sehingga selain menjadi kawasan hijau juga menghasilkan secara ekonomi untuk masyarakat yang menanamnya. Nanti akan kita bawa ke ajang pameran Soropadan, untuk dikenalkan pada masyarakat lebih luas. Sebab kualitas produk dari Menawan ini mempunyai rasa khas karena kondisi tanah yang bagus  ,” terangnya.

PPL. Ety Tunjungsari, Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Gebog saat mengamati buah-buah jambu citra yang dibungkus plastik sehingga aman dari serangga.

Ira, salahsatu pemilik tanaman jambu citra di desa Menawan, mengungkapkan bahwa dirinya bersama petani lain memilih jambu citra karena berukuran besar. Tanaman jambu air putih dan putih berukuran kecil ditebang.

“ Dulu disini banyak yang tanam mangga dan durian. Tapi sepuluh tahun terakhir, mangga sering rontok sebelum buahnya jadi besar. Ini tentu sangat merugikan kita yang sudah melakukan perawatan. Akhirnya kami memilih untuk menanam jambu citra. Malah bisa panen dua kali setahun ,” ucap Ira.

Ibu muda ini menceritakan bila di belakang rumahnya menanam 15 tanaman jambu citra, sedangkan di kebun yang agak jauh dari rumah terdapat puluhan pohon jambu citra. Tanamnya mulai menghasilkan buah jambu ketika berumur 4 tahun dari tanam.

“ Kalau yang belakang rumah perawatanya.. yaitu menyirami pakai pipa. Yang di kebun harus menyiapkan tandon air. Sebab jambu citra ini kan butuh air juga saat mulai berbuah. Kalau perawatannya bagus ukuranya bisa mencapai sama kaleng susu ,” imbuhnya.

Jaswanto, PPL Kecamatan Gebog, menambahkan bahwa kualitas jambu citra dari desa Menawan yang diminati pasar di Jakarta. Hal ini karena tanah tempat tumbuhnya cukup gembur dan subur.

“ Mayoritas hasil panen jambu citra Menawan dipacking kemudian dibawa pengepul ke Jakarta. Sehingga cukup sulit masyarakat Kudus bisa menikmati jambu citra dari Menawan. Jadi, tanaman yang sudah ditebas pengepul, kita tidak bakalan boleh untuk beli ditempat. Saya sampai gemes, mosok wong Kudus ga boleh menikmati jambu enak ,” ungkap Jaswanto.

“ Semakin lama musim kemarau di kawasan kebun itu maka rasa jambu citranya semakin manis ,’ tukasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Sosialisasi Verifikasi Pupuk Bersubsidi Wilayah Kabupaten Kudus

Mejobo,- Petani di wilayah Kabupaten Kudus patut berbangga karena mendapat perhatian khusus untuk persetujuan alokasi ...