Home » UPT Puskeswan » Hati-hati Membeli Hati Sapi atau Kerbau
TERJAMIN. Proses penyembelihan di RPH Kudus melalui pemeriksaan sebelum dan sesudah. Sehingga lebih terjamin kualitasnya.

Hati-hati Membeli Hati Sapi atau Kerbau

Kota,- Masyarakat Kabupaten Kudus diminta untuk lebih waspada terhadap daging dan hati yang dijual di pasaran. Pasalnya, beredar informasi adanya hati sapi dan kerbau yang banyak mengandung cacing pita. Himbauan ini disampaikan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus yang dipimpin Catur Sulistiyanto S.Sos MM melalui Kepala UPT RPH (Rumah Pemotongan Hewan) dan Puskeswan Gebog, Sudibyo. Sebagai upaya untuk menjaga kualitas bahan pangan yang dikonsumsi oleh warga saat ramadan dan hari raya idul fitri.

“ Lebih baik apabila masyarakat membeli hati atau daging baik sapi dan kerbau hasil penyembelihan dari RPH Kudus. Sebab kita melakukan pemeriksaan sebelum dan sesudah dilakukan penyembelihan. Kalau ditemukan hati yang mengandung cacing mita, maka langsung kita musnahkan dengan cara dibakar. Tidak boleh diedarkan ke pasaran ,” tegas Sudibyo.

PERIKSA. Petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan saat melakukan pemeriksaan di beberapa pasar yang menjual daging dan hati.

Menurut Sudibyo, biasanya cacing hati rawan hidup di bagian hati, seperti cacing pita. Sementara bagian paru-paru hidup cacing hermonpos kontartus. Ciri sapi yang mengandung cacing antara lain jika dibelah pada bagian hati sapi terlihat mengeras dan hitam, saat hidup sapi memiliki badan yang kurus. Meskipun makannya banyak, namun badan sapi tidak gemuk, bulu sapi rontok kusam, pada bagian mata terus meler seperti menangis, sering diare, kotorannya lembek bahkan didalam kotoran sering terdapat cacing.
“ Kemungkinan ada sapi dan kerbau serta kambing yang cacingan. Soalnya iklim kita kan basah, sehingga cacing mudah hidup. Biasanya hewan-hewan itu terkena karena diangon saat pagi atau rumput-rumput yang dimakan kondisinya masih banyak oleh embun,” terangnya.

Himbauan diberikan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kudus ini karena pada bulan ramadan dan idul fitri ada oknum-oknum pedagang yang nekad menjual untuk meraih keuntungan pribadi tanpa memikirkan dampak pada konsumen.

Dijelaskan, hati dan daging yang mengandung cacing pita berbahaya untuk dikonsumsi. Parasit internal itu bisa menyebabkan keguguran saat hamil, anak yang dilahirkan bisa berpenyakit hydrochepalus, sperma mati (mandul) hingga dampak berikut menyebabkan kematian. Sebab serapa supan gizi yang minim pada tubuh.

“ Begini, mungkin saat membeli itu cacing bisa dibersihkan. Namun konsumen tidak mau membuang karena eman-eman sudah dibeli. Padahal didalam hati itu masih terdapat spora-spora telur cacing. Ini tidak akan mati meski dimasak dalam suhu 200 derajat. Cara memusnahkan ya memang dibuang, tidak dimasak. Kalau telur-telur cacing itu masih ke dalam perut, tentu malah akan menghabiskan banyak biaya untuk pengobatan. Lebih baik jangan dikonsumsi. Cacing itu bisa terdapat pada hati sapi, kerbau dan kambing ,” tukasnya.

Sudibyo memberikan tips untuk konsumen saat membeli daging atau hati. Yaitu memilih daging yang digantung, selain beratnya asli tidak tercampur air juga minim bakteri. Khusus hati jangan memilih bentuknya tidak normal ( ada benjolan-benjolan) dan warnanya pucat.

“ Orang berpuasa dan merayakan idul fitri kan biasanya makan yang lebih enak-enak dari biasanya. Nah, agar tetap bisa menikmati makanan enak tanpa ada dampaknya, maka kami menyampaikan himbauan tadi ,” tandasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ratusan Sperma Beku Unggul untuk Sapi dan Kambing Siap Disuntikkan

Gebog,- Guna meningkatkan populasi anakan sapi dan kambing di wilayah Kabupaten Kudus, Dinas Pertanian dan ...