Home » Ketahanan Pangan » Gapoktan Kudus Menimba Ilmu ke LUPM Berprestasi
BELAJAR. Para Pengelola LUPM di Kudus melihat suasana LUPM “Sumber Pangan” di Desa Pijiharjo Kecamatan Manyaran Kabupaten Wonogiri.

Gapoktan Kudus Menimba Ilmu ke LUPM Berprestasi

Wonogiri,- Guna meningkatkan kualitas  LUPM ( Lembaga Usaha Pangan Masyarakat) di Kudus, Dinas Pertanian dan Pangan Kudus melalui Bidang Ketahanan Pangan bersama pengelola LUPM melakukan study banding ke Kabupaten Wonogiri. Yakni LUPM “ Sumber Pangan” yang pernah meraih prestasi Adhi Karya Pangan Nasional tahun 2016.

Rombongan dipimpin Sundarsih, Kasie Ketersediaan Pangan dan Distribusi, didampingi Ari Mulyani Mustikaningtyas, Kasie Konsumsi dan Keanekaragaman Pangan serta Murdiyono, Kasie Keamanan Pangan.

“ LUPM tujuan kita ini kan sudah pernah meraih prestasi tahun 2016 lalu. Jadi kita mengajak para pengelola LUPM di Kudus untuk belajar kesini. Sehingga pengelolaan nanti akan lebih baik lagi ,” ujar Sundarsih.

Sundarsih, Kabid Ketahanan Pangan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kudus menyerahkan cinderamata pada Kabid Ketahanan Pangan Wonogiri.

Dijelaskan, untuk wilayah Kabupaten Kudus terdapat enam gapoktan yang menjadi LUPM dan terbagi dalam tiga kategori. Yakni pengembangan ada dua, gapoktan Tani Makmur Desa Pladen kecamatan jekulo dan Gapoktan Kondang Wirotani desa Undaan Tengah kecamatan Undaan. Kategori Penumbuhan ada dua yaitu Gapoktan Subur makmur desa Gondoharum Kecamatan Jekulo dan Gapoktan Tirtorejo desa Wates Kecamatan Undaan. Sedangkan Gapoktan kategori pembinaan adalah Glagahjaya desa Glagahwaru kecamatan Undaan dan Suburmakmur desa Kirig Kecamatan Mejobo.

“ Semuanya kita ajak, sehingga jadi memahami apakah kekurangan dalam LUPM mereka masing-masing,” imbuhnya.

Rombongan diterima oleh Kabid Ketahanan Pangan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Wonogiri, Tri Luwarso didampingi Kepala Desa Pijiharjo, Sarwoko bersama para pengelola LUPM “Sumber Pangan”.

Tri Luwarso, mengungkapkan bahwa prestasi yang diraihnya karena secara administrasi pembukuan lebih tertib. Selain itu, operasional pelaksanaan di LUPM juga menyatu dalam satu lokasi.

“ Disini ada tempat penggilingan padi yang menampung dari hasil panen petani anggota. Kemudian ada toko yang menjual pupuk kebutuhan petani, ada lantai jemur dan sekaligus juga menjadi KRPL ( Kawasan Rumah Pangan Lestari) ,” kata Luwarso.

BERBAGI. Tri Luwarso, Kabid Ketahanan Pangan pada Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri menjelaskan profil LUPM “ Sumber Pangan”.

Menurut Luwarso, apa yang dilakukan di LUPM Sumber Pangan tidak berbeda dengan LUPM wilayah lain. Namun yang membedakan adalah ketelitian dalam melakukan aktifitas dan pembukuan.

“ Petugas pemeriksa aktifitas LUPM itu lebih banyak memperhatikan catatan-catatan kita. Apakah sudah cocok atau tidak dengan dana yang masuk dan keluar. Kemudian berapa gabah petani terserap, bagaimana kehadiran LUPM ini memberikan maanfaat untuk petani dan warga sekitar . Disini mungkin menjadi keunggulan kami ,” jelasnya.

Mendengar hal ini, para pengelola LUPM peserta study banding dari Kabupaten Kudus mengakui bila lemah dalam pembukuan atau administrasi.

“ Nah, setelah kita ajak mereka langsung kesini, diharapkan kedepan akan melakukan pembukuan lebih baik lagi. Sebab, secara pertanian lokasi yang kita kunjungi ini panen padinya hanya satu kali. Padahal di Kudus untuk beberapa wilayah tertentu MT-nya bisa ada yang tiga kali ,” harap Sundarsih pada peserta study banding. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Periksa Kualitas Gabah untuk Isi Gudang Cadangan Pangan

Undaan,- Pemerintah Kabupaten Kudus sejak tahun 2015 lalu memiliki gudang Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dibawah ...