Home » Peternakan » Dispertanpangan Pantau Aktifitas Pasar Ternak
DAGING HIDUP. Sa’diyah (Kabid Peternakan) bersama Sidi Pramono ( Kasie Produksi dan Keswan) berada di selasar perdagangan jenis sapi.

Dispertanpangan Pantau Aktifitas Pasar Ternak

Jati,- Bulan Ramadlan memasuki sepuluh hari terakhir, masyarakat mulai disibukkan dengan persiapan memghadapi hari raya idul fitri 2018. Mulai dari kue lebaran sampai menu masakan termasuk lauk daging produk peternakan. Mulai ayam sampai Sapi, Kambing dan kerbau. Guna memastikan kualitas dan kuantitas hewan ternak tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan Kudus yang dipimpin Catur Sulistiyanto S.Sos MM, melalui bidang Peternakan melakukan pemantauan di pasar ternak, jalan lingkar selatan.

Kepala Bidang Peternakan pada Dispertanpangan Kudus, drh Sa’diyah, bahwa kedatangan timnya ke pasar ternak di jalan lingkar adalah untuk memantau aktifitas perdagangan hewan ternak.

“ Disini aktifitasnya kan hanya kliwonan. Jadi kita memantau kondisi daging berat hidup ,” kata Sa’diyah.

Berdasarkan informasi dari para pedagang, saat ini harga sapi hidup perkilogram Rp 41-42 ribu. Kambing Rp 25 ribu perkilogram. Namun penjualan pada daging hidup kerbau sangat jarang dilakukan penimbangan yang disediakan di pasar ternak.

DISKUSI. Sidi Pramono sedang berdialog dengan pedagang kerbau tentang kondisi dagangannya sehingga aman dikonsumi masyarakat.

“ Jual beli kerbau disini lebih banyak pakai sistem glosoran. Maksutnya bentuk utuh satu ekor kerbau dihargai pembeli atau penjual berapa. Ketika keduanya sudah sepakat harga, maka transaksi terjadi. Sebab sekarang harga daging kerbau cenderung turun meski tetap lebih tinggi dari harga daging sapi. Sekarang perkilogramnya Rp 43 ribu. Mungkin nanti kalau sudah mendekati lebaran bisa naik lagi ,” jelasnya.

Selain harga kerbau cenderung turun, aktifitas jual beli hewan ternak di pasar ternak jalan lingkar ini juga lebih rendah dibandingkan dengan ketika di pasar ternak lama yaitu di pinggir jalan Tanjung.

TIMBANGAN. Sapi dan kambing yang dijualbelikan kondisi hidup dilakukan penimbangan terlebih dahulu sebelum transaksi harga.

“ Sekarang ini memang kelihatan berisi banyak hewan ternak. Jumlahnya sekitar 200-an ekor untuk sapi dan kerbau. Namun setiap hari pasaran hanya terjual maksimal 30 persen. Hal ini berbeda dengan ketika pasar ternak di jalan Tanjung. Jumlah ternak menjelang lebaran idul fitri lebih dari 500 ekor dan terjual mencapai 70 persen. Menurut para pedagang itu, karena jalan lingkat ini tidak dilewati angkutan umum. Jadi petani yang ingin jual hewan ternaknya seperti kambing kesulitan membawanya. Harus sewa mobil pick up, itu kan sama dengan menambah biaya. Begitu juga dengan warga yang ingin membeli, harus khusus datang kesini. Kalau ditempat lama kan bisa sekaligus aktifitas lainnya ,” ungkapnya.

“ Selain itu, kita juga mensosialisasikan pada petani agar mengikuti program asuransi ternak. Sehingga kalau ada suatu masalah, maka petani tidak terlalu dirugikan ,” tambahnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kadinpertanpangan, Perhutani dan Peternak Lebah Mulai Hijaukan Logung

Jekulo,- Meski cuaca pagi diguyur hujan lebat, namun program penanaman penghijauan sebagai lokasi penggembalaan lebah ...