Home » Peternakan » Sapi Beranak Kembar Berpotensi Dikembangkan di Kudus
PERIKSA. Sidi Pramono bersama Petugas Balai Benih Bioteknologi dan Genetika Bogor sedang mengambil sampel darah pada sapi simental yang dipegangi Tando.

Sapi Beranak Kembar Berpotensi Dikembangkan di Kudus

Dawe,- Beragam terobosan inovasi dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus yang dipimpin oleh Catur Sulistiyanto S.Sos MM guna mempercepat pencapaian masyarakat semakin sejahtera. Kali ini melalui Bidang Peternakan sedang berupaya penelitian teknologi untuk membuat sapi simental beranak kembar.

Upaya ini menyusul adanya kelahiran anak sapi kembar jenis Simental di dusun Masin Desa Kandangmas Kecamatan Dawe milik Tando. Meski di beberapa kabupaten lain juga terdapat sapi beranak kembar, namun peristiwa bisa disebut langka. Sebab terjadi hanya 5 persen di Indonesia. Sedangkan di wilayah Kabupaten Kudus menjadi hal luar biasa sebab buntingnya sapi tersebut bukan dari peristiwa alami tetapi inseminasi buatan (IB).

“ Sapi itu jarang sekali beranak kembar dua. Mayoritas ya hanya satu ekor setiap kali beranak. Semua anak sapi di Kandangmas ini sehat dan kuat. Oleh karena itu kami berfikir bahwa hal ini bisa dikembangkan ,” kata drh Sa’diyah, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Jumat (27/10).

POTENSI. Dua anak kembar sapi dan masih tetap hidup ini patut dikembangkan teknologinya guna meningkatkan populasi di Kudus.

Sapi milik Tando warga Dusun Masin Desa Kandangmas kecamatan Dawe tersebut merupakan hasil IB yang disuntikan oleh mantri ternak Marianingsih. Hasilnya, sapi simental beranak kembar dua dengan jenis kelamin jantan. Nah, karena keduanya jantan maka Bidang Peternakan kemudian menghubungi Balai Benih Bioteknologi dan Genetika (BBBG) Bogor untuk dilakukan pemeriksaan sampel darah. Sehingga nantinya bisa ditemukan teknologi untuk memperbanyak sperma beku agar dihasilkan anak kembar.

“ Kalau pada manusia, ketika salahsatu pasangan berasal dari keluarga yang pernah melahirkan kembar, maka keturunnya berpotensi untuk memiliki anak kembar juga. Nah, bagaimana dengan sapi simental itu ?. Makanya kita berharap hasil penelitian dari BBBG bisa bermanfaat untuk masyarakat peternak di Kudus ,” terangnya.

“ Proses kebuntingan sapi sampai beranak kan butuh waktu sembilan bulan. Nah, kalau bisa sekali beranak ada dua kan sudah efisien waktu setahun. Sehingga peternak di Kudus makin sejahtera ,” imbuhnya.

Sidi Pramono, Kasie Produksi dan Kesehatan Hewan, menambahkan bahwa seiring perkembangan ilmu dan teknologi diharapkan semen beku IB sapi yang dilakukan di Kudus menghasilkan anak kembar. Hal ini tentu akan mempercepat pertambahan populasi sapi terutama betina.

Berdasarkan datanya, saat ini sapi betina di wilayah Kabupaten Kudus hanya terdapat 500-an ekor termasuk sapi jenis perah.

“ Sapi perah betina sendiri ada 216, jadi sisanya sapi betina biasa. Dengan adanya teknologi yang bisa menghasilkan peranakan kembar, diharapkan mampu merangsang para peternak untuk membudidayakan sapi betina. Jangan hanya pembesaran sapi jenis jantan dengan alasan perputaran uangnya cepat. Lah kalau betina bisa beranak kembar, tentu hasilnya lebih menguntungkan karena makanannya juga konsumsinya lebih sedikit dibandingkan jantan ,” tukas Sidi Pramono di sebelah drh Sa’diyah.

Sidi Pramono yang mendampingi petugas Disnakeswan Jateng dan BBBG Bogor mengambil sampel darah sapi simental milik Tando, menambahkan pihaknya optimis dengan upaya penelitian teknologi genetika untuk peranakan sapi kembar. Sebab sapi yang diambil sampel darahnya tersebut masih berusia muda yakni dua tahun atau baru beranak satu kali.

Uniknya, ternyata bukan hanya sapinya yang beranak kembar, tetapi Tando juga memiliki anak kembar.

“ Sebelum sapi itu melahirkan, saya bermimpi dapat dua bayi kembar. Saat itu langsung berfikir apakah istri akan hamil lagi dan melahirkan anak kembar lagi. Eh ternyata sapi saya yang melahirkan anak kembar ,” kata Tando saat ditanya Sidi Pramono.

Tando sehari-hari bekerja sebagai petani dan beternak dua ekor sapi betina jenis Simental. Melihat sapinya bisa beranak dua, dia semakin bersemangat untuk menekuni dunia peternakan sapi. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Bidang Peternakan Pantau Peredaran Obat Hewan

Kota,- Guna menjamin keamanan dan kesejahteraan para peternak di wilayah Kabupaten Kudus, Dinas Pertanian dan ...