Home » BBT » Sambut MT I, Rembug Tani Hingga Larut Malam
UNTUK PETANI. Catur Sulistiyanto menyalami para petani di balai desa Ngembalrejo Kecamatan Bae.

Sambut MT I, Rembug Tani Hingga Larut Malam

Bae,- Guna menyambut masa tanam (MT) I , petani wilayah kecamatan Bae melakukan rembug tani di balai desa Ngembalrejo, Rabu (27/09) malam. Acara ini dihadiri oleh Catur Sulistiyanto S.Sos MM (Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus), Ronji dan Apin Supriyanto (mantri tani), Muh Zakaria (Kepala Desa Ngembalrejo) dan Bambang Winarno (Kepala BPD) serta Babinsa Kecamatan Bae. Selain terkait persiapan penanaman secara serentak, juga dibahas pembangunan kandang ternak komunal. Sehingga tanpa terasa, acara berlangsung hingga larut malam.

“ Kami hadir disini ini memang mendapatkan tugas dari Bapak Bupati Kudus ( H. Musthofa SE MM) untuk melayani masyarakat pertanian. Jadi kalau sampai larut malam begini tidak masalah. Yang penting segala permasalahan ketemu solusinya. Apa yang bapak-bapak dan ibu petani inginkan, selama kami bisa memenuhi dan tidak melanggar aturan tentu kami laksanakan ,” ujar Catur Sulistiyanto di depan para petani.

Catur Sulistiyanto saat menyampaikan tentang kebijakan Dinas Pertanian dan Pangan untuk petani di Kudus terkait masa tanam I awal Oktober mendatang.

Pada saat diskusi, Arif  Jamaah, anggota poktan Talangrejo, berharap agar lahan pertanian di Ngembalrejo dibuatkan jalan usaha tani (JUT). Hal ini sebagai upaya untuk mengurangi biasa tanam untuk petani yang lokasi sawahnya berada di bagian tengah.

“ Contohnya begini Pak Kadin, biaya gendong satu karung pupuk dari dari pinggir jalan raya itu Rp 10 ribu. Lah kalau 5 karung, kan sudah 50 ribu. Kemudian biaya memanen untuk daerah tengah Rp 450 – 500 ribu. Nah, kalau ada JUT tentu akan sangat bisa mengurangi biaya tanam tersebut ,” ucap Arif Jamaah.

Mendengar hal ini, Catur Sulistiyanto, menjelaskan bahwa ini pihaknya dalam menyalurkan bantuan hibah JUT terkendala oleh aturan bahwa penerima harus merupakan kelompok tani berbadan hukum (BH) minimal tiga tahun.

“ Kami itu punya komitmen membina dan membantu para petani. Tapi karena adanya regulasi dari pemerintah pusat bahwa penerima hibah harus punya BH tiga tahun maka sampai tahun 2017 ini belum bisa mengeluarkan anggaran JUT. Anggaran di APBD Kudus itu ada, tapi itu tadi, belum bisa diberikan untuk JUT petani karena terkendala aturan. Tapi insyallah pada tahun 2018 akhir mendatang, kami bisa menyalurkan hibah JUT apabila poktan memiliki BH-nya dibuat tahun 2015 ,” terangnya.

Ditambahkan, bahwa sumber anggaran pembangunan di Kabupaten Kudus berasal dari tiga sumber. Yaitu Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Kudus (DAK), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan APBD Pemkab Kudus. Pada tahun 2017 Pemkab Kudus tidak memperoleh DAK karena dianggap mampu oleh pemerintah pusat.

“ Namun yang penting bapak-bapak poktan sudah memasukkan proposal ke Dinas Pertanian dan Pangan Kudus dahulu. Siapa tahu nanti 2018 kita mendapatkan alokasi DAK untuk JUT. Karena pemerintah pusat tidak ada aturan BH 3 tahun, mudah-mudah di tahun awal anggaran 2018 bisa untuk program JUT ,”tuturnya.

Ratusan petani dari berbagai poktan di desa Ngembalrejo antusias mengikuti acara sampai larut malam.

Sedangkan terkait dengan kelengkapan sarana dan prasarana untu pertanian padi, mantan Kepala Bagian Pengendalian Pembangunan Kudus ini mengungkapkan bahwa Dispertanpangan Kudus sekarang memiliki Brigade Alsintan ( alat mesin pertanian). Sehingga tersedia mulai mesin traktor untuk membajak sawah, transplanter untuk menanam padi dan Combine Harvester untuk memanen padi serta pompa air berukuran 4 dan 6 untuk menyedot air baik dari sungai maupun embung dialirkan ke sawah.

“ Mesin-mesin tersebut bisa dipinjamkan ke petani. Hal ini sebagai solusi ketika petani kesulitan tenaga kerja pertanian. Biaya operasional nanti dibebankan ke peminjam, namun demikian sangat membantu menurunkan ongkos produksi pertanian. Misalnya saat panen, ketika menggunakan tenaga manual biayanya mencapai Rp 5 sampai 6 juta perhektar. Dengan mesin ini bisa ditekan sampai setengahnya. Ini semua demi kesejahteraan petani di Kudus ,” paparnya.

Sementara terkait dengan upaya menggenjot hasil panen, Apin Supriyanto, mantri tani dari Dinas Pertanian dan Pangan Kudus  menambahkan bila hal tersebut ada caranya. Saat ini terakhir dan sudah terbukti adalah di wilayah Kayen kabupaten Pati. Satu hektar bisa mendapatkan hasil panen 14 ton gabah atau perpetaknya 2 ton.

“ Kuncinya pakai sistem jajar legowo dan pupuk organik. Jadi petani di Ngembalrejo dan seluruh kecamatan Bae cara bertaninya harus mulai diubah. Ndamel pupuk kandang niku saged ndandani lemahe sawah. Dados kotoran kambing, kebo lan sapi ampun dibuang teng kali. Tapi dibuang teng sawah nggih..,” cetus Apin.

Mendengar penjelasan ini, Zakaria selaku Kepala Desa Ngembalrejo, mengungkapkan bahwa pihaknya berencana untuk membangun kandang ternak komunal. Selain untuk menyatukan lokasi ternak juga memindahkan kesan kotor rumah-rumah warga. Sebab selama ini kandang ternak  berada di belakang rumah warga. Dengan kondisi terkumpul tersebut maka desa menjadi bersih dan kotoran mudah pengangkutan untuk pupuk ke sawah karena satu tempat.

“ Kami mohon arahan dari Bapak Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, ini mumpung ketemu. Kami sudah ada dua lahan tanah desa seluas dua hektar lebih. Selain itu juga mungkin ada fasilitasi dari dinas ,” kata Zakaria.

Menerima todongan ini, Catur Sulistiyanto kemudian menceritakan tentang kondisi kelompok ternak Maeso Suro di dusun Goleng desa Pasuruan Lor.

“ Di Goleng itu lahannya milik desa. Kemarin mendapatkan prestasi juara II tingkat Provinsi. Jadi kalau di Ngembalrejo ini ingin membuat kandang komunal seperti itu, kami akan mendukungnya dengan bantuan jalan akses seperti di Goleng. Selain itu juga pembuatan koam dibagian tengah untuk minum hewan ternak. Nanti selanjutnya juga ada pembinaan dan pendampingan dari Bidang Peternakan. Misalnya terkait pengobatan dan pembinaan dari SDM pengelolaan ternak serta lainya. Ide ini sangat bagus dan sekali lagi kami sangat mendukungnya ,”  paparnya.

Banyaknya keinginan petani dari Ngembalrejo tersebut, membuat acara baru rembug tani selesai sekitar pukul 23.15 wib. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

PPL Admin Kecamatan Dilatih Input Data Kartu Tani

Mejobo,- Setelah Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Kudus melakukan sosialisasi tentang kartu tani di level ...