Home » BBT » Rembug Tani Tingkat Kecamatan Jekulo

Rembug Tani Tingkat Kecamatan Jekulo

[et_pb_section admin_label=”section”][et_pb_row admin_label=”row”][et_pb_column type=”4_4″][et_pb_text admin_label=”Teks” background_layout=”light” text_orientation=”left” use_border_color=”off” border_color=”#ffffff” border_style=”solid”]

BPP Jekulo telah melaksakan kegiatan Rembug Tani tingkat Kecamatan pada tanggal 23 Agustus 2016, dengan peserta para Penyuluh Pertanian, POPT, staf PMD Kecamatan,  Babinsa dan dihadiri Joko Widodo selaku formulator PT BISI Jagung, serta Dedy Aryanto selaku wakil dari Pupuk  organik cair SSA.

Tujuan Rembug Tani tingkat Kecamatan untuk bekal pendampingan dalam persiapan pelaksanaan Rembug Tani di tingkat Poktan atau desa. Rembug Tani tingkat Kecamatan sebagai materi informasi, dengan harapan petani mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan menuju dinamika poktan yang saling menguntungkan bagi petani.

Rembug Tani tingkat Poktan / desa merupakan forum pertemuan di antara anggota petani yang dilakukan untuk membahas dan mengambil kesepakatan yang menyangkut pengembangan kelembagaan maupun usaha yang dilakukan.

Peningkatan kapasitas kelembagaan petani bertujuan untuk meningkatkan skala ekonomi dan efesiensi usaha, serta posisi tawar petani. Poktan diharapkan mampu menyusun struktur organisasi dan befungsi sebagai unit penyedia sarana produksi, unit usaha pengolahan, unit usaha pemasaran, dan unit usaha keuangan mikro ( simpan pinjam). Di samping itu , permasalahan legalitas poktan terkait dengan badan usaha / badan hukum dan bentuk organisasi nirlaba / non nirlaba (sebagaimana yang tertuang dalam Permendagri nomor 14 tahun 2016), kiranya menjadi pilar utama bagi poktan agar selaras dengan peraturan hukum yang digariskan pemerintah.

Rembug Tani yang telah dilakukan menghasilkan kesimpulan berikut :

  1. Pengurangan anggaran Kementan mengakibatkan mundurnya kegiatan misal. Subsidi benih padi yang bisa tanam di bulan Nop/Des pada lahan seluas 393 Ha, Jagung untuk bulan Juni tidak terealisasi karena lahan tidak mendukung, diharapkan petani penerima mengecek terlebih dahulu daya tumbuh benih pada masing-masing poktan/petani dengan larutan garam atau pupuk ZA, jika daya tumbuhnya ternyata tidak bagus maka dapat ditukar;
  2. Tanam padi dengan mesin tanam (rice transplanter) di poktan Subur Makmur Gondohaarum direncanakan tanggal 30 Agustus 2016 (pembenihan sudah usia 14 hari) dan pelaksaan gerakan pengendalian OPT direncanakan tanggal 6 September 2016, serta perawatan tanam refugia;
  3. Kacang hijau Varietas Vima seluas 20 ha yang merupakan bantuan APBD Provinsi Jawa Tengan di poktan Serut Jekulo, tumbuh normal dan penyuluh rutin memantau / melakukan pengamatan;
  4. Pengembangan cabe rawit menunggu lahan dan akan dilakukan pada bulan September 2016;
  5. Untuk mencapai target produksi tebu, petani diingatkan untuk melakukan tebang angkut MBS ( masak, Bersih, Segar );
  6. Proposal JI, JUT, Sumur dan Alsintan Pompa agar dipantau kemajuannya sehingga dapat terealisasi; serta

7. Peralihan musim agar diwaspadai dan dilakukan antisipasi khususnya pada hewan ternak dan agardilakukan vaksinasi rutin sehingga kebal (imun) utamanya terhadap penyakit AI (avian influenza / flu burung). Jika ada unggas mati mendadak agar segera lapor petugas (penyuluh atau mantri hewan).Oleh karena itu, perlu dillakukan pencegahan melalui bio sekuriti (bersih,antara, kotor) dan perlakuanvaksinasi 3 tepat (jadwal, jenis vaksin, jenis ternak) serta PHBS-Perilaku Hidup Bersih Sehat. (AS).

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Dibina Dinas, Petani Melon Untung Jutaan Rupiah

Kaliwungu,- Kehadiran Dinas Pertanian dan Pangan ( Dispertan Pangan) di tengah warga guna memberikan manfaat ...