Home » UPT Puskeswan » Ratusan Sperma Beku Unggul untuk Sapi dan Kambing Siap Disuntikkan

Ratusan Sperma Beku Unggul untuk Sapi dan Kambing Siap Disuntikkan

Gebog,- Guna meningkatkan populasi anakan sapi dan kambing di wilayah Kabupaten Kudus, Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Kudus melalui Puskeswan ( Pusat Kesehatan Hewan) Gebog menerima bibit sperma beku dari Pemerintah Provinsi Jateng. Jumlahnya 250 kemasan untuk IB sapi betina dan 100 kemasan untuk kambing betina.

Guna menjaga agar bibit tersebut tetap kondisi beku, Puskeswan melakukan pengisian nitrogen cair (N2 Cair) dalam termos straw.

“ Penyimpanan sperma beku dengan sistim ini, maka sperma sapi dapat bertahan hidup dalam waktu yang cukup lama. Sperma sapi dan kambing yang dikemas dalam bentuk straw disimpan dalam nitrogen cair bisa awet dalam waktu cukup lama. Sehingga bisa digunakan sesuai kebutuhan ,” kata Sudibyo, Kepala UPT Puskeswan Gebog.

Menurut Sudibyo, sperma beku untuk sapi betina tersebut berasal dari bibit unggul dengan jenis sapi limousine, sapi simmental, sapi fries holland (fh), sapi Brahman dan sapi po.

“ Kalau sperma beku untuk kambing hanya berasal dari jenis Kambing etawa. Jumlahnya hanya 100 ,” tukasnya.

Dijelaskan, angka kebuntingan pada ternak sapi dengan pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB), dipengaruhi oleh beberapa faktor. Antara lain, ketepatan deteksi berahi,  deposisi semen dalam organ reproduksi betina, kualitas sperma beku yang dipergunakan dan kondisi organ reproduksi ternak betina.

Nah, kualitas spermatozoa yang terkandung dalam semen beku sangat dipengaruhi oleh Bagaimana penanganannya pada saat penyimpanan, transportasi, trawing dan penyuntikan pada organ reproduksi. Oleh karena itu, dalam waktu tertentu Puskeswan Gebog melakukan refilling nitrogen cair ke dalam wadah straw yang menyimpan sperma beku.

Nitrogen cair berfungsi sebagai bahan untuk membekukan sperma dalam Straw dengan suhu beberapa derajat dibawah nol. Container dengan canister atau wadah straw, harus tetap dijaga  berisi Nitrogen cair. Volume nitrogen dalam Container harus selalu diperhatikan dengan jalan mencelupkan batang pengukur yang terbuat dari kayu ke dalam Nitrogen air . Volume N2 cair di dalam container tidak boleh kurang 3 inci (10 cm) dari dasar container.  Apabila terjadi sesuatu keadaan dimana N2 cair di dalam container tinggal setinggi 3 inci (± 10 cm), maka penambahan N2 cair harus segera dilakukan dalam waktu 12 jam. Nitrogen cair cadangan untuk menambah volume harus selalu tersedia. Jika Container tiap hari dibuka satu kali untuk mengambil straw, maka biasanya penambahan nitrogen cair dilakukan 3 minggu sekali.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kementan Ciptakan Belgian Blue, Sapi Berbobot ‘Raksasa’

Bogor,- Kementerian Pertanian berhasil memproduksi sapi Belgian Blue, jenis sapi belgia yang bobotnya bisa mencapai ...