Home » Peternakan » Pendaftaran Hewan Kurban di RPH Kudus Semakin Mudah
PELAYANAN. Petugas RPH Prambatan Kidul, Yasir, melaporkan ke drh Sa’diyah, Kabid Peternakan, terkait pendaftaran penyembelihan hewan kurban melalui pesan pendek (SMS).

Pendaftaran Hewan Kurban di RPH Kudus Semakin Mudah

Mejobo ,- Inovasi pelayanan terbaik terhadap masyarakat Kabupaten Kudus yang dipimpin Bupati Musthofa terus bertambah. Dinas Pertanian dan Pangan yang membawahi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) membuat terobosan baru bagi masyarakat yang ingin menyembelihkan hewan kurban Idul Adha besok. Yaitu bisa melalui SMS atau pesan pendek.

“ Cukup melalui pesan pendek (SMS). Ini bentuk pelayanan prima untuk masyarakat Kudus. Nanti akan kita lakukan verifikasi terkait jumlah hewan kurban dan harinya. Ini merupakan inovasi pelayanan terbaru menjelang hari raya Idul Adha ,” ungkap Catur Sulistiyanto S.Sos MM, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Rabu (30/08).

Menurut Catur, era sekarang sudah bukan waktunya lagi pelayanan birokrasi berbelit-belit. Sebab itu merupakan pola pikir birokrasi masa lalu. Saat ini pemerintah adalah pelayan masyarakat dan mempermudah pelayanan.

“ Kalau ada yang mengajukan dengan surat kita terima, melalui SMS juga kita terima dengan baik. Nanti kita langsung menugaskan staf untuk verifikasi permohonan itu. Karena memang kita adalah pelayan masyarakat ,” terangnya.

“ Jangan sampai terkungkung dengan aturan masa lalu bila pendaftaran untuk menyembelihkan hewan kurban harus melalui surat saja. Jaman sudah berubah, sekarang eranya smartphone ,” imbuhnya.

Terobosan baru tentang pelayanan untuk hewan kurban tersebut langsung mendapat respon dari masyarakat Kudus. Hal ini terlihat dari banyaknya surat-surat permohonan pemeriksaan hewan kurban dan pendaftaran penyembelihan di RPH dari berbagai instansi dan komunitas.

“ Iya sudah ada beberapa instansi yang mengirimkan surat resmi dan ada juga yang melalui pesan pendek (SMS). Ada minta pemeriksaan kondisi hewan kurban dan mendaftar untuk memotongkan ke RPH baik di Ngembal maupun di Prambatan Kidul ,” ujar drh Sa’diyah, Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan, di ruang kerjanya.

Beberapa instansi tersebut misalnya pengurus JHK, Yayasan pendidikan Al Ma’ruf, Pengurus Masjid Agung Kudus, Takmir Masjid kompleks penjara Jl Sunan Muria, Yayasan Menara Kudus dan Pengurus PCNU Kudus serta puluhan sekolah lainnya.

Dalam isinya, mayoritas meminta pada Bidang Peternakan untuk melakukan pemeriksaan H-1 dan setelah dilakukan penyembelihan. Maksutnya, diperiksa ketika masih hidup dan setelah menjadi bentuk daging. Hal ini untuk mengantisipasi terkait adanya penyakit atau tercemarnya daging.

Sa’diyah mengaku senang dengan adanya surat permohonan tersebut. Sehingga petugas yang dikirim dari Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus sudah diketahui oleh instansi setempat.

“ Maksutnya begini. Kalau kita yang tiba-tiba datang, kesannya kok kurang baik. Dikiranya malah mau mencari-cari. Padahal ya sebenarnya memang kewajiban kami untuk melakukan pemeriksaan sebagai bentuk pelayanan agar kualitas daging yang diterima masyarakat betul-betul baik. Jadi dengan adanya permohonan baik melalui surat maupun SMS, kita datang itu nyaman karena tidak muncul pandangan macam-macam ,” tuturnya.

Sementara terkait dengan penggunaan RPH pada hari raya Idul Adha, Sa’diyah menjelaskan bahwa sampai hari ini pada RPH Ngembal sudah ada dua hewan kurban yang didaftarkan. Sedangkan pada RPH Prambatan Kidul lebih didominasi perkumpulan pemuda dan ormas kepemudaan. Data ini terlihat saat petugas RPH Prambatan Kidul datang ke kantor Bidang Peternakan.

“ Ini Bu Kabid, ada beberapa komunitas pemuda desa dan ormas yang mengirimkan kabar melalui SMS untuk menyembelihkan hewan kurban ,” ucap Yasir, penjaga RPH Prambatan Kidul saat melapor ke Sa’diyah.

Menanggapi hal ini, Sa’diyah akan menugaskan staffnya untuk melakukan verifikasi terkait kepastian jumlah hewan kurban dan alamat pendaftar.

“ Dengan verifikasi, kita nanti bisa mengatur jadwal penyembelihan, jumlahnya berapa dan siapa yang bertanggungjawab untuk menerima potongan dagingnya ,” terang Sa’diyah.

“ Iya bu, nanti kita akan verifikasi pada mereka yang mendaftar melalui SMS ,” jawab Yasir.

“ Mereka rata-rata meminta waktu untuk menyembelihkan hewan kurbannya hari Sabtu atau hari kedua Idul Adha. Sekarang ada dua sapi, dua kambing dan satu kerbau ,” imbuhnya.

Sa’diyah menduga, belum banyaknya peminat menggunakan RPH sebagai tempat penyembelihan hewan kurban karena lebih senang dilakukan di area masjid masing-masing.

“ Karena memang semangatnya untuk rasa kebersamaan warga setempat. Sugesti juga merupakan sesuatu hal yang sulit dirubah. Pengguna RPH lebih banyak ormas dan kelompok pemuda karena merasa lebih praktis tanpa harus repot-repot membersihkan ke sungai. Masjid-masjid sekitar  Desa Prambatan juga membersihkan isi perut hewan kurbannya ke RPH, meski menyembelihnya di lokasi masing-masing. Semuanya kita layani dengan baik ,” tandasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Bidang Peternakan Pantau Peredaran Obat Hewan

Kota,- Guna menjamin keamanan dan kesejahteraan para peternak di wilayah Kabupaten Kudus, Dinas Pertanian dan ...