Home » Perikanan » Kontes Ikan Guppy Tingkat Nasional Digelar di Taman Krida Kudus
DUKUNG. Catur Sulistiyanto, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, saat memberikan sambutan pembukaan pada kontes nasional ikan guppy di Taman Krida Kudus.

Kontes Ikan Guppy Tingkat Nasional Digelar di Taman Krida Kudus

Jati,- Mungkin bagi sebagian masyarakat belum terlalu mengenal apa itu ikan guppy. Jika dilihat sekilas, orang akan mengira ikan guppy adalah ikan cupang. Karena dari warna, ukuran dan bentuk ekor hampir sama indahnya. Ternyata, ikan guppy merupakan ikan yang sering kita temui di parit sekitar kita atau dalam bahasa jawanya ikan cethul.

Siapa sangka ikan yang dulu hidup di selokan tersebut bisa dihargai cukup mahal. Bahkan dapat diadu dalam kontes ikan guppy tingkat nasional. Hal ini dapat dilihat dalam acara Kontes nasional ikan guppy yang diselenggarakan oleh Kudus Guppy lover di Taman Krida Kudus, Minggu (24/09). Acara ini mendapatkan dukungan dari Kepala Dinas Pertanian dan Pangan  Kudus, Catur Sulistiyanto S.Sos MM dan Fajar Nugroho, Kepala Bidang Perikanan.

KEBERSAMAAN. Catur Sulistiyanto dan Fajar Nugroho ( Kabid Perikanan) bersama para panitia dan pengurus Kudus Guppy Lovers di Taman Krida.

Catur Sulistiyanto dalam sambutannya mengungkapkan cukup kaget mendengar bila ikan guppy dari Kudus sudah melakukan ekspor ke beberapa negara.

“ Karena itu Dinas Pertanian dan Pangan mewakili Pemkab Kudus sangat mendukung acara ini. Sekarang kan tingkat nasional, kami berharap tahun 2018 nanti kalau memungkinkan dilakukan kontes dengan level tingkat internasional. Hal ini bisa meningkatkan UKM Kudus,” ujar Catur Sulistiyanto.

“ Dan  nanti dihadiri serta dibuka insyaallah Gubernur Jawa Tengah yang berasal dari Kudus ( Bp. H. Musthofa, SE, MM ) untuk itu mohon doa dan dukungannya dari Bapak/Ibu yang hadir dalam acara ini atas pencalonan beliau menjadi Gubernur Jawa Tengah ,” imbuhnya sambil tersenyum.

ANTUSIAS. Ratusan pecinta ikan Guppy berkumpul di Taman Krida Kudus mengikuti kontes nasional 2017.

Mendengar harapan ini, Fala Adistya Gusta selaku ketua panitia kontes Kudus Guppy Lover ( KGP), sangat senang dan menyambut gembira. Sebab, kehadiran komunitas sudah mendapatkan perhatian dan dukungan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kudus.

“ Sekarang piala yang diperebutkan ya trophy guppy lover. Tahun depan setelah kita kolaborasi dengan pihak Dinas Pertanian, mungkin bisa memperebutkan piala bupati atau malah piala gubernur. Kehadiran Bapak Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Bidang perikanan ke acara kontes kami sudah sangat membanggakan kami. Apalagi kalau tahun 2018 nanti sepakat bersama membuat kontes, tentu menjadi hal yang istimewa bagi kami ,” ucapnya.

Aditya mengungkapkan bahwa kontes kali ini diikuti 250 peserta dari berbagai kota di Indonesia. Sehingga nama Kabupaten sudah diperhitungkan kalangan pecinta guppy tingkat nasional.

“ Yang dilombakan disini ada puluhan jenis guppy. Kalau peserta paling jauh berasal dari Makassar, Medan dan Pontianak. Kita mendatangkan tiga juri yang berasal dari Jogja dan merupakan juri senior, kemudian dari Semarang dan Cirebon ,” tambahnya.

Wawan Cahyono, ketua KGP,  menambahkan bahwa memiliki ikan guppy sekarang bisa menjadi sumber rejeki alias peluang usaha yang baik untuk pecinta guppy. Sebab ikan berukuran kecil itu harganya mahal apalagi ketika pembeli berasal dari luar negeri.

“ Saya sudah menjual guppy ke Jerman, Puertorico dan Malaysia. Guppy dari Kudus ini bagus dan mendapat pengakuan dari luar negeri loh, jangan salah ,” kata Wawan.

Agung Saputra, juri senior dari Jogjakarta, menjelaskan bahwa potensi ikan Guppy di Kudus sangat bagus untuk dikembangkan. Sebab sumberdaya manusia-nya masih muda-muda dan anggotanya sudah cukup banyak.

“ Apalagi sekarang pihak Dinas Pertanian dan Pangan memberikan perhatian bahkan oleh Kepala Dinas-nya langsung. Jadi seharusnya acara di Kudus ini bisa lebih dari sekarang. Kita berharap tahun 2018 nanti seperti direncanakan akan dibuka oleh Calon Gubernur Jawa Tengah dari Kudus ,” kata Agus Saputra.

LELANG. Disela-sela acara kontes, digelar lelang ikan guppy untuk diperebutkan pada pengunjung.

Pria yang sudah sejak tahun 2003 menggeluti dunia guppy itu menambahkan bahwa dari hobby mengkoleksi ikan hias bisa menjadi sumber ekonomi. Hal tersebut sudah dirasakan sendiri.

“ Sekarang saya bisa kemana-mana ya karena guppy. Lebih bagus lagi kalau bisa menciptakan jenis guppy terbaru. Sebab bisa menentukan harga sendiri karena belum ada di tempat lain. Itu seperti ketika saya berhasil menciptakan gupy jenis dragon yang merupakan hasil persilangan dari beberapa guppy ,” tukasnya.

“ Sebagai apresiasi untuk jajaran Dinas Pertanian Kudus,  nanti tanggal 3-5 November kita mengundang untuk hadir di acara kontes dan pameran besar-besaran ikan guppy di Jogjakarta ,” tandasnya.

Sementara terkait kriteria kontes Guppy di Kudus, AG Setyo, juri dari Semarang, menerangkan bila ada empat point penilaian. Yaitu Body, Dorsal, ekor dan Vitality.

“ Body yang bentuknya seimbang. Kalau dorsal itu sirip bagian atas. Sedangkan ekor kita memilihnya bentuk segitiga atau D Diamond yang ideal. Sementara Vitality adalah keelincahan gerak dari ikan guppy itu ,” jelas Setyo. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pembudidaya Ikan Gurami di Kudus Mulai Tumbuh

Mejobo,- Upaya Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Kudus untuk mengajak masyarakat melakukan budidaya ikan gurami, ...