Home » Sekretariat » Ketua DPRD, Kadispertanpangan dan Polres Minta Pupuk Segera Dikirim
DEMI PETANI. Masan bersama Catur Sulistiyanto ( berdiri diatas tumpukan pupuk SP36) dan Dwi Susanto saat melakukan sidak ke gudang distributor pupuk bersubsidi milik CV Fortuna di Desa Loram Wetan.

Ketua DPRD, Kadispertanpangan dan Polres Minta Pupuk Segera Dikirim

Mejobo,- Paska keluhan masyarakat pertanian terkait menipisnya stok pupuk bersubsidi terutama jenis SP36 di penyalur di tingkat desa, Ketua DPRD Kudus, Masan SE MM  bersama Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Catur Sulistiyanto S.Sos MM dan Aiptu Dwi Susanto, Kanit Ekonomi Satintelkam Polres Kudus melakukan pemantauan ke gudang distributor di Desa Loram Wetan kecamatan Jati milik CV Fortuna, Jumat (03/11) siang.

Masan yang memimpin rombongan didampingi Ilwani, Wakil Ketua DPRD, langsung mengajak rombongan untuk memeriksa gudang guna melihat persediaan pupuk SP36 yang dikeluhkan keberadaannya oleh para petani di wilayah Kecamatan Undaan.

“ Ini ada banyak pupuk SP36 bersubsidi gini. Kok bisa petani di kecamatan saya Undaan sambat kekurangan SP36 ,” tegas Masan sambil berdiri di tumpukan pupuk SP36 sambil melihat proses pengangkutan ke atas truk.

“ Ini sedang proses untuk pengiriman satu truk SP36, NPK dan ZA bersubsidi ke Undaan Tengah pak ketua ,” jawab Tasan, pemilik CV Fortuna.

“ Saya minta ini segera dikirim supaya petani tidak khawatir lagi dengan keberadaan pupuk SP36 ,” tukas Masan serius.

Rombongan juga memeriksa kondisi ketersediaan pupuk Urea dan ZA di gudang CV Fortuna.

Masan menambahkan, semestinya di wilayah Kudus tidak terjadi gejolak terkait pupuk. Sebab berdasarkan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan kelompok) milik Dinas Pertanian dan Pangan sudah dilebihi dari kebutuhan sesuai lahan pertanian.

“ Kalau ditemukan penyimpangan, nanti biar diproses oleh pihak Polres Kudus ,” imbuhnya.

Rombongan kemudian menuju ke penyalur pupuk di desa Wates Kecamatan Undaan. Pada toko UD Santoso Widodo (SW), rombongan hanya melihat tumpukan stok pupuk urea bersubsidi di gudang milik Solikun.

“ Untuk pupuk SP36 atau NPK bersubsidi lama tidak dikirimi dari Distributor. Padahal kami sudah minta pada musim tanam kemarin. Yang dikirim hanya Urea dan ZA. Pupuk ZA bersubsidi hanya satu ton, jadi satu hari langsung habis. Saya sampai sungkan dengan para petani yang masih tetangga sendiri kalau datang kesini mau beli pupuk bersubsidi. Tapi bagaimana lagi memang kita baru hanya dikirimi yang ada ini ,” kata Solikun sambil menunjukkan tumpukan pupuk urea bersubsidi.

Rombongan ketika mendatangi penyalur pupuk Desa Wates Kecamataan Undaan hanya melihat tumpukan pupuk Urea.

“ Tadi kita sudah dari pihak Distributor, saya minta mereka segera mendistribusikan pupuk bersubsidi yang dibutuhkan petani ,” tukas Masan.

Melihat kondisi ini Masan memberikan solusi pada petani yaitu mengajak mulai untuk menggunakan pupuk organik. Selain murah dan lebih bermanfaat untuk lingkungan, juga tidak perlu lagi dipusingkan dengan keberadaan pupuk bersubsidi.

“ Sudah kita konsep untuk membuat pelatihan di BLK ( Balai latihan kerja) bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan untuk mengajarkan bagaimana membuat pupuk organik untuk petani. Selain itu, Dinas Pertanian dan Pangan juga kita minta untuk membuat lahan demplot sebagai lahan implementasi pupuk organik. Orang-orang kita ini kan kalau tidak diberikan contoh lebih dahulu tidak mudah untuk diajak mengikuti. Kalau soal anggaran nanti kita tata bersama ,” terangnya.

Menanggapi hal ini, Catur Sulistiyanto mengungkapkan bahwa pihaknya baru saja menerima kabar baik bila permintaan pengajuan penambahan pupuk bersubsidi ke Provinsi Jawa Tengah sudah mendapatkan persetujuan.

“ Total kita mendapatkan penambahan alokasi pupuk bersubsidi 6.283 ton. Perinciannya Urea 1.200 ton, SP36 900 ton, ZA 500 ton dan NPK 3.683 ton. Nomer SK Kepala Dinas Pertanian Jawa Tengah nomer: 521.34/884/2017. Jadi ini sudah resmi. Mungkin minggu depan sudah bisa didistribusikan. Jadi sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan petani sampai akhir tahun ,” jelas Catur Sulistiyanto.

Sedangkan terkait dengan rencana pelatihan membuat pupuk organik, pihaknya sudah menyiapkan tenaga-tenaga ahli sekaligus praktisi sebagai narasumber. Nanti untuk kelasnya akan dikoordinasikan dengan pengelola BLK Kudus.

“ Kalau untuk demplot petanian organik, sebagai projek pertama insyallah kita siapkan 10 hektar untuk berbagai jenis tanaman. Kita sepakat dengan pak Ketua DPRD. Masyarakat kita memang kalau belum diberikan contoh maka sulit untuk diajak mengikuti. Tetapi kita juga bisa memahami sikap para petani tersebut, karena berkaitan dengan hajat hidup mereka. Kami sesuai perintah bapak bupati kudus selalu mengusahakan yang terbaik agar masyarakat pertanian semakin sejahtera ,” tandasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Catatan SAE 2017 (03) : Raih Juara III Kontes Induk Nila Unggul Tingkat Jawa Tengah

Temanggung,- Gelaran Soropadan Agro Expo (SAE) 2017 sudah berakhir beberapa waktu lalu, Dinas Pertanian dan ...