Home » UPT Penyuluhan » Kadispertanpangan Buka Acara Kursus Agribisnis Menanam Kedelai
MITRA. Catur Sulistiyanto (Kadispertanpangan Kudus) didampingi Budi Sulistiyanto (KJF) dan Sofiyan Hadi ( Ketua P4S Al Mawaddah) saat membuka kursus agribisnis.

Kadispertanpangan Buka Acara Kursus Agribisnis Menanam Kedelai

Jekulo,- Puluhan petani mengikuti kursus agribisnis tanaman pangan bagi petani komoditas kedelai di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Al Mawaddah Desa Honggoso Kecamatan Jekulo, Selasa (10/10). Acara ini dibuka oleh Catur Sulistiyanto S.Sos MM, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, didampingi Budi Sulistiyanto dan Haryati (KJF) serta Harjono, Koordinator BPP kecamatan Jekulo.

Catur Sulistiyanto dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini merupakan bagian dalam rangka memberikan pengetahuan wacana dan pemahaman tentang penanaman kedelai.

DITENGAH. Catur Sulistiyanto selalu berada ditengah-tengah petani untuk bersama-sama menjaga ketahanan pangan.

“ Pemerintah pusat mempunyai program upsus Pajale (Padi Jagung Kedelai). Jadi memang kedelai ada di urutan ketiga. Sebab program utama dari pemerintah adalah swasembada padi, jagung, kemudian baru kedelai ,” ujar Catur Sulistiyanto dihadapan peserta kursus.

Berdasarkan datanya, untuk mencapai swasembada Kedelai saat ini baru tercapai setengahnya. Yakni target 2,2 juta ton kebutuhan namun saat ini baru dihasilkan produksi kedelai 920 ribu ton.

“ Bapak-bapak sudah ada yang menanam kedelai ? yang paling luas berapa ? ,” tanyanya pada peserta kursus.

“ Belum ada yang pengalaman menanam kedelai. Selama ini hanya padi, sebab kami di desa Karangbener airnya cukup untuk menanam padi sampai tiga MT ,” ucap peserta.

Lebihlanjut, Catur Sulistiyanto, mengungkapkan dua kunci untuk memperoleh keberhasilan penanaman kedelai. Sebab apabila tidak mengikuti aturan maka dikhawatirkan tidak bisa mencapai panen maksimal bahkan merugi. Padahal tujuan utama mengajak petani menanam adalah untuk kesejahteraan.

“ Paling utama adalah memilih mutu benih dan waktu tanam. Karena kalau benihnya tidak bermutu maka yang tumbuh bukannya kedelai, tetapi suket teki. Begitu juga dengan waktu tanamnya, bila MT I dan II biasanya untuk padi maka MT III digunakan menanam kedelai. Supaya hasilnya maksimal, juga harap diperhatikan cuaca terkait curah hujan. Sehingga dapat mencapai hasil maksimal sampai akhir masa panen ,” jelasnya.

Para Peserta kursus agribisnis foto bersama sebelum mengikuti acara inti kursus agribisnis komoditas kedelai.

Ditambahkan, keberadaan P4S Al Mawaddah merupakan mitra dari Dinas Pertanian dan Pangan Kudus. Sehingga sebagai tindaklanjut dari kursus ini maka bisa bersinergi dengan BPP BPP kecamatan.

“ Kalau disini masuk wilayah kecamatan Jekulo, maka dengan BPP kecamatan Jekulo ,” tukasnya.

Sofiyan Hadi, Ketua P4S Al Mawaddah, menambahkan narasumber pada kursus ini berasal dari BPSDM Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah UPT Soropadan serta Dinas Pertanian dan Pangan Kudus. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kadispertanpangan Kawal Pembukaan Pintu Air ke Wilayah Undaan

Klambu,- Guna memastikan air dari waduk Kedungombo mengalir ke Kecamatan Undaan Kudus sesuai jadwal yakni ...