Home » UPT Puskeswan » Geliat Pelayanan RPH Kudus Menyambut Idul Adha
MODERN. Kondisi penyembelihan hewan ternak di RPH yang menggunakan peralatan modern yaitu killing box.

Geliat Pelayanan RPH Kudus Menyambut Idul Adha

Gebog,- Kabar gembira untuk masyarakat Kabupaten Kudus saat merayakan Idul Adha pada tanggal 1 September 2017 mendatang. Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Kudus memberikan layanan khusus untuk penggunaan Rumah Potoh Hewan (RPH) untuk menyembelihkan hewan kurban.

Catur Sulistiyanto S.Sos MM, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertanpangan), melalui Ir Sudibyo, Kepala UPTD Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) dan RPH pada Dispertanpangan, mengatakan bahwa hal ini sebagai upaya membantu melakukan penyembelihan hewan kurban kepada masyarakat. Berdasarkan perda nomer 13 tahun 2011 untuk pelayanan keagamaan tidak dipungut biaya retribusi.

GEDUNG RPH. Ini bagian depan Rumah Potong Hewan di Desa Prambatan Kecamatan Kaliwungu.

“ Khusus untuk hari raya keagamaan, memotongkan hewan ternak atau kurban di RPH Kudus tidak dipungut biaya. Kalau biasanya untuk pemotongan komersil ada retribusi Rp 23 ribu ,” ujar Sudibyo, Selasa (15/08) siang.

Dijelaskan, pelayanan tanpa retribusi pemotongan hewan kurban di RPH ini sebagai salahsatu cara memberikan solusi pada panitia atau masyarakat agar daging yang dihasilkan memperoleh hasil baik. Selain itu, kotoran dari sisa perut hewan kurban juga sudah ada tempat penampungannya. Hal ini berbeda dengan kebiasaan masyarakat yakni membersihkan hewan kurban dilakukan di aliran sungai sehingga menimbulkan pencemaran.

“ Sekarang kita kan tahu kalau sedang musim kemarau. Banyak aliran sungai mengecil bahkan kering. Nah, dengan membawa ke RPH tentu membersihkan hewan kurban lebih bagus ,” lanjutnya.

Lokasi pelayanan pemotongan hewan kurban ini dibagi dua wilayah yaitu Kudus timur di RPH Ngembal dengan 1 orang modin dan Kudus Barat di RPH Prambatan ada 3 tenaga modin. Bagi masyarakat yang ingin menikmati fasilitas tanpa retribusi ini diharapkan untuk mendaftarkan terlebih dahulu pada Bidang Peternakan Dispertanpangan di kompleks perkantoran Jl Mejobo atau depan Samsat.

“ Kita harapkan warga mendaftar terlebih dahulu ini. Tujuannya, apabila banyak peminat tentu akan kita atur jadwalnya. Supaya tidak menumpuk pada waktu bersamaan ,” terangnya.

Selain itu, bagi masyarakat yang ingin membawa modin sembelih hewan kurbannya sendiri juga diperbolehkan.

“ Gratis disini adalah penggunaan tempat dan fasilitas pembersihan. Sedangkan untuk modin dan jasa pemotongan daging menjadi urusan pemilik hewan kurban dengan yang bersangkutan. Jadi, kalau membawa modin penyembelih dan tukang potong daging sendiri ya tidak apa-apa ,” tukasnya.

Sudibyo berharap banyak masyarakat yang menyembelihkan hewan kurban ke RPH. Hal ini juga sebagai upaya meminimalkan limbah di lingkungan tempat tinggal.

“ Ya kita paham, takmir atau masyarakat lebih menyembelih hewan kurban di lingkungan sekitar rumah sebagai salahsatu kebersamaan. Namun disisi lain apabila jumlah hewan kurbannya banyak tentu akan menimbulkan tumpukan kotoran dari perut hewan itu ,” urainya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kementan Ciptakan Belgian Blue, Sapi Berbobot ‘Raksasa’

Bogor,- Kementerian Pertanian berhasil memproduksi sapi Belgian Blue, jenis sapi belgia yang bobotnya bisa mencapai ...