Home » Sekretariat » Awali MT I, Direncanakan Subuh Berjamaah Bersama Bupati Musthofa
REMBUG TANI. Catur Sulistiyanto saat berdialog dengan seluruh kelompok tani wilayah kecamatan Undaan di gedung Balai Penyuluh Pertanian Undaan.

Awali MT I, Direncanakan Subuh Berjamaah Bersama Bupati Musthofa

Undaan,- Beberapa hari menjelang dibukanya pintu air waduk Kedungombo menuju ke Kecamatan Undaan, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertanpangan) Kudus, Catur Sulistiyanto S.Sos MM, mengumpulkan seluruh kelompok tani di wilayah Kecamatan Undaan, Selasa (12/09) di Gedung Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Undaan. Para Poktan berharap sebelum tanam MT I, dilaksanakan subuh berjamaah bersama Bupati Kudus H. Musthofa dan Ketua DPRD Kudus, Masan.

“ Kami hadir kesini sesuai perintah Bapak Bupati Kudus H Musthofa untuk selalu hadir ditengah masyarakat. Jadi, apabila ada kendala atau masalah bisa langsung didiskusikan untuk solusinya. Nah, beberapa hari lagi pintu air dari Waduk Kedungombo akan dibuka. Jadi Bapak-bapak poktan bisa segera memulai untuk MT I tahun 2018. Monggo, kalau ada keluhan-keluhan untuk menyambut MT I ini bisa disampaikan ,” kata Catur Sulistiyanto saat membuka acara rembug tani didampingi Soenarto, Mantri Tani kecamatan Undaan; Abdul Ronji, Koordinator PPL Kudus dan Arin Nikmah, Plt Kabid Tanaman Pangan dan Perkebunan.

Para petani menunggu kepastian pengaliran air dari Waduk Kedungombo Grobogan untuk memulai MT I 2018.

Lebihlanjut Catur Sulistiyanto mengungkapkan, berdasarkan pengalaman sebelumnya yaitu MT II lalu para petani mendapatkan hasil lebih bagus dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini setelah dilakukan ihtiar salat subuh berjamaah sebelum ke sawah. Yakni, kehadiran hama sangat minimal dan bulir padi yang tumbuh lebih berisi.

“ Program subuh berjamaah sebelum ke sawah itu untuk melengkapi usaha kita dengan menggerakkkan para penyuluh tani handal dan mesin-mesin pertanian. Sebab, selain berusaha tentu wajib berdoa juga. Oleh karena itu untuk mengawali MT I, nanti kami merencanakan para poktan di wilayah Kecamatan Undaan untuk subuh berjamaah sebelum ke sawah bersama dengan Bapak Bupati Kudus, H Musthofa dan Ketua DPRD Kudus, Masan. Semoga MT I yang akan datang hasilnya bisa maksimal dan semakin mensejahterakan petani ,” tuturnya.

Selain itu, pejabat yang suka turun ke sawah ini berharap pada petani sebelum menebar benih padi mendaftarkan lahannya ke asuransi tani. Sebab sekarang mendapatkan fasilitas subsidi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 40 tahun 2015. Isinya petani hanya membayar premi Rp 36 ribu perhektar lahan untuk setiap musim tanam. Sebenarnya nilai premi sebesar Rp 180 ribu, namun disubsidi oleh pemerintah Rp 144 ribu.

“ Untuk angka Rp 36 ribu sedang kita kaji aturan hukumnya agar bisa mendapatkan subsidi dari APBD Kudus. Sehingga nantinya petani cukup mendaftarkan diri ke pihak asuransi. Kita menyarankan poktan untuk ikut asuransi ini untuk berjaga-jaga. Sebab, pada akhir MT I kondisi cuaca curah hujan cukup tinggi. Kita bersyukur bila sampai panen hasilnya bagus, tetapi asuransi tani sebagai upaya antisipasi agar kalau sampai terjadi kerugian, maka tidak rugi total. Paling tidak akan ada penggantian biaya tanam Rp 6 juta perhektar ,” paparnya.

Sedangkan untuk menghadapi musim panen, Dinas Pertanian dan Pangan saat ini sudah menyiapkan brigade alsintan ( alat mesin pertanian). Sebagai upaya memberikan solusi pada petani yang kesulitan mendapatkan tenaga panen.

“ Sekarang ada tujuh mesin panen Combine Harvester yang bisa kita pinjamkan ke poktan. Namun karena belum ada anggaran perawatan dari APBD Kudus, maka biaya operasional seperti untuk solar dan operatornya menjadi tanggungjawab peminjam (poktan) ,” tuturnya.

Arin Nikmah, Plt Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan Dispertanpangan, menambahkan bahwa untuk wilayah Undaan beberapa poktan mendapatkan benih subsidi seperti Ciherang dan Inpari. Jenis padi rawa seluas 25 hektar, kedelai 300 hektar dan jagung hibribda 175 hektar.

“ Untuk subsidi padi jajar legowo lokasinya di desa Terangmas dan Wonosoco ,” ujar Arin Nikmah.

Selain itu, pada tahun ini di wilayah Kecamatan Undaan juga menjadi tempat percontohan Unit Pupuk Organik ( UPO).

“ Demplot bawang nanti di Desa Wonosoco seluas satu hektar ,” imbuhnya.

Sementara itu, Muhtarom, Kepala UPT Pengairan Wilayah II, menjelaskan bahwa pihaknya memastikan bila pembukaan pintu air menuju ke Kudus dari Waduk Kedungombo pada tanggal 15 September 2018 mendatang.

Mutahrom, Kepala UPT Pengairan Wilayah II, memberikan informasi terkait pembukaan pintu air ke arah Kecamatan Undaan pada pertengahan September ini.

“ Perlu semuanya diketahui, ketinggian air di Kedungombo sekarang turun 2 cm karena musim kemarau. Sehingga diperkirakan air pertama yang dibuka baru sampai di Kudus selama dua hari. Biasanya kan satu setengah hari karena jalur panjangnya saluran mencapai 20 kilometer.  Kalau untuk Wilalung dan Prawoto 1 Oktober ,” ucap Muhtarom.

Menanggapi hal ini, Abu Bakar, poktan Desa Ngemplak, berharap bila aliran ke sawah di desanya benar-benar sesuai jadwal. Sebab berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya selalu molor satu bulan.

“ Kami berharap tahun ini molornya paling lama satu minggu lah. Jangan sekarang bilang pintu dibuka tanggal 15 September, tapi airnya sampai di Desa ngemplak tanggal 15 Oktober ,” selorohnya.

Mendengar harapan dari para poktan yang hadir di aula BPP Undaan, Catur Sulistiyanto menegaskan akan mengajak para poktan untuk menyaksikan langsung pembukaan pintu air pada tanggal 15 September atau Jumat mendatang.

“ Nanti kita berangkat bersama-sama datang ke lokasi dan melihat, bahwa pintu air dibuka sesuai dengan jadwal. Para poktan dan PPL bisa berangkat bersama dari BPP Undaan ,” tandasnya yang didukung para poktan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Catatan SAE 2017 (03) : Raih Juara III Kontes Induk Nila Unggul Tingkat Jawa Tengah

Temanggung,- Gelaran Soropadan Agro Expo (SAE) 2017 sudah berakhir beberapa waktu lalu, Dinas Pertanian dan ...