Home » Ketahanan Pangan » Ajak Ibu-ibu Maksimalkan Pekarangan Rumah
MANDIRI. Ari Mulyani ( tengah) saat memeriksa kondisi kolam lele sebagai sumber protein milik kelompok wanita di desa Kajar Kecamatan Dawe.

Ajak Ibu-ibu Maksimalkan Pekarangan Rumah

Mejobo,- Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertanpangan) Kudus yang dikomandani Catur Sulistiyanto S.Sos MM, terus berupaya mengajak masyarakat untuk mandiri pangan. Kali ini dengan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) melalui Bidang Ketahanan Pangan.

KRPL adalah sebuah konsep lingkungan perumahan penduduk yang secara bersama-sama mengusahakan pekarangannya secara intensif untuk dimanfaatkan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan. Yaitu dengan pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan dalam suatu kawasan.

Sasaran dari kegiatan KRPL adalah berkembangnya kemampuan keluarga dan masyarakat secara ekonomi dan sosial yang bermartabat. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan pangan dan gizi secara lestari menuju keluarga dan masyarakat yang mandiri dan sejahtera.

KOMPAK. Ari Mulyani ditengah para anggota kelompok wanita desa Ternadi.

“ Tujuan dari KRPL adalah tersedianya sumber pangan dan gizi keluarga yang diperoleh dari pemanfaatan pekarangan, meringankan biaya kebutuhan rumah tangga dalam penyediaan bahan pangan lokal dan menumbuhkan produktifitas sumber daya manusia ,” terang Ari Mulyani Mustikaningtyas SP, Kasie Konsumsi dan Ketersediaan Pangan Bidang Ketahanan Pangan pada Dispertanpangan Kudus.

Diungkapkan, pada tahun 2017 ini KRPL dilaksanakan tersebar di 9 desa pada enam kecamatan. Yaitu Kecamatan Jati di Desa Jatikulon, Kecamatan Kota di Desa Rendeng, Kencanagan Gebog di Desa Gondosari, Kecamatan Mejobo di Desa Tenggeles, Kecamatan Dawe di Desa Ternadi dan Kajar. Sedangkan pada Kecamatan Jekulo terdapat di tiga desa yaitu Bulung Cangkring, Bulung Kulon dan Jekulo.

HASIL. Beginilah hasil optimalisasi pekarangan untuk kebutuhan pangan mandiri.

Prinsip dari KRPL adalah menciptakan ketahanan dan kemandirian pangan rumah tangga, diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal, konservasi sumber daya genetik tanaman pangan untuk masa depan dan Peningkatan Kesejahteraan rumah tangga dan masyarakat.

Langkah-langkah untuk mencapai tujuan tersebut dengan meningkatkan peran kelembagaan lokal seperti PKK, Kelompok Wanita Tani dan Kader Posyandu.

Pada optimalisasi pemanfaataan pekarangan ini, Bidang Ketahanan Pangan Dispertanpangan mensyaratkan isinya terdapat tiga kategori sumber pangan keluarga. Yaitu terdapat tanaman sumber karbohidrat mencapai 74 persen, sumber sayur-sayuran buah-buahan sebanyak 6 persen  dan sumber protein 17 persen.

“ Sumber karbo itu seperti telo rambat, jagung, singkong, sukun dan umbi-umbian. Sumber protein bisa berasal dari ikan, ayam atau bebek ,” jelasnya.

Nah, lanjut Ari Mulyani, dengan terpenuhinya pekarangan tersebut maka kualitas konsumsi pangan keluarga bisa sesuai B2SA (Beragam Bergizi Seimbang dan Aman) secara mandiri. Berdasarkan aturan standar angka kecukupan gizi konsumsi yaitu 1250 gram kalori dan 57 gram protein.

“ Kalau produksinya lebih, bisa dijual untuk menambah kesejahteraan anggota kelompok. Selain itu juga bisa menjadikan makanan olahan. Lele bisa dibuat abon lele atau sebagai pembibitan. Untuk sayuran bisa dibuat keripik terong. Ini misalnya ya, karena kreatifitas kelompok ibu-ibu dasawisma kan berbeda-beda ,” tandasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Warga Wonosoco Dilatih Membuat Pupuk Bokashi

Mejobo,- Memasuki musim panen padi, biasanya diikuti dengan menumpuknya jerami di area persawahan Desa Wonosoco ...